Jika Memiliki Kemampuan Furqan, Tidak Akan Tergoda Korupsi

Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Sayuti.
www.majelistabligh.id -

Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, menegaskan bahwa Allah telah memberikan kemampuan furqan pada manusia, untuk membedakan antara yang hak dan dan batil. Menukil penggalan surat al-Anfal ayat 29, bahwa kemampuan furqan ini diberikan pada orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada-Nya.

“Jadi kalau kita berniat ikhtiar melakukan perintah-perintah Allah dengan ikhlas, tidak iri, dengki, tidak meninggalkan ibadah, tertib lima waktu, sedekah, Allah itu memberikan kemampuan menjadi furqan untuk membedakan antara yang hak dan dan batil,” kata Muhammad Sayuti.

Dengan memiliki furqan sebagai buah dari usaha membangun fondasi takwa di dalam jiwa, tambah Sayuti, orang tersebut akan memiliki sensitivitas untuk menyeleksi pelbagai tindakan-tindakan yang bersifat subversif. “Kalau sudah tertib ibadahnya, Allah memberikan kita kemampuan untuk memilih benar atau tidak tindakan tersebut,” tambahnya.

Maknanya kemudian, jika orang itu dengan kemampuan furqannya, niscaya tidak tergelincir dalam jalan kesesatan. “Dia memiliki kekuatan untuk tidak ikut kebatilan,” sebutnya.

Ia mencontohkan tindakan korupsi. Jika seseorang telah beriman, dan mereka akan diberikan kemampuan membedakan yang benar dan salah, tentunya tidak akan melakukan korupsi meskipun ada godaan yang menggiurkan.

“Jadi orang yang diberikan derajat takwa, ingin menjadi takwa, ikhtiar menjadi takwa, diberikan kemampuan Allah untuk furqan, kemampuan untuk memilah, membedakan antara yang benar dan salah, yang hak dan yang batil,” tandasnya. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Search