*)Oleh: Muhammad Nashihudin MSI
Ketua Majelis Tabligh PDM Jakarta Timur
Pahlawan adalah seseorang yang telah melakukan perbuatan yang luar biasa dan berani dalam membela kebenaran, keadilan, dan tanah air.
Jenis Pahlawan
1. Pahlawan Nasional: Pahlawan nasional adalah seseorang yang telah berjuang untuk kemerdekaan dan keadilan negara.
2. Pahlawan Lokal: Pahlawan lokal adalah seseorang yang telah berjuang untuk kemakmuran dan keadilan masyarakat lokal.
3. Pahlawan Sosial: Pahlawan sosial adalah seseorang yang telah berjuang untuk keadilan sosial dan hak-hak asasi manusia.
Ciri-Ciri Pahlawan
1. Berani: Pahlawan memiliki keberanian untuk menghadapi tantangan dan bahaya.
2. Pengabdian: Pahlawan memiliki pengabdian yang tinggi untuk membela kebenaran dan keadilan.
3. Keadilan: Pahlawan memiliki komitmen untuk memperjuangkan keadilan dan hak-hak asasi manusia.
Manfaat Menghormati Pahlawan
1. Menghargai Pengorbanan: Menghormati pahlawan dapat membantu kita menghargai pengorbanan yang telah mereka lakukan.
2. Meningkatkan Kesadaran: Menghormati pahlawan dapat meningkatkan kesadaran kita tentang pentingnya keadilan dan kebenaran.
3. Menginspirasi: Menghormati pahlawan dapat menginspirasi kita untuk menjadi lebih baik dan berani dalam membela kebenaran.
Pelajaran yang Dapat Diambil
1. Pentingnya Keadilan: Pahlawan menekankan pentingnya keadilan dan kebenaran dalam kehidupan.
2. Berani dan Pengabdian: Pahlawan juga menekankan pentingnya berani dan pengabdian dalam membela kebenaran dan keadilan.
Dengan memahami konsep pahlawan, kita dapat meningkatkan kesadaran kita tentang pentingnya keadilan dan kebenaran, serta berani dan pengabdian dalam membela kebenaran dan keadilan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَا تَقُوْلُوْا لِمَنْ يُّقْتَلُ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَا تٌ ۗ بَلْ اَحْيَآءٌ وَّلٰـكِنْ لَّا تَشْعُرُوْنَ
“Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Sebenarnya (mereka) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 154)
1. Pahlawan selalu hidup nilai perjuangannya
وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ قُتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَا تًا ۗ بَلْ اَحْيَآءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُوْنَ
“Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup, di sisi Tuhannya mendapat rezeki,”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 169)
2. Para Pahlawan namanya harum dan selalu dalam kenikmatan
فَرِحِيْنَ بِمَاۤ اٰتٰٮهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ ۙ وَيَسْتَبْشِرُوْنَ بِا لَّذِيْنَ لَمْ يَلْحَقُوْا بِهِمْ مِّنْ خَلْفِهِمْ ۙ اَ لَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
“mereka bergembira dengan karunia yang diberikan Allah kepadanya, dan bergirang hati terhadap orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 170)
يَسْتَبْشِرُوْنَ بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ وَفَضْلٍ ۗ وَاَ نَّ اللّٰهَ لَا يُضِيْعُ اَجْرَ الْمُؤْمِنِيْنَ
“Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia dari Allah. Dan sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman,”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 171)
3. Para pahlawan jiwa raganya telah ditukar dengan surga
اِنَّ اللّٰهَ اشْتَرٰى مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اَنْفُسَهُمْ وَاَ مْوَا لَهُمْ بِاَ نَّ لَهُمُ الْجَــنَّةَ ۗ يُقَا تِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ فَيَقْتُلُوْنَ وَيُقْتَلُوْنَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِى التَّوْرٰٮةِ وَا لْاِ نْجِيْلِ وَا لْقُرْاٰ نِ ۗ وَمَنْ اَوْفٰى بِعَهْدِهٖ مِنَ اللّٰهِ فَا سْتَـبْشِرُوْا بِبَيْعِكُمُ الَّذِيْ بَايَعْتُمْ بِهٖ ۗ وَذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
“Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual-beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 111)
4. Kajian Tafsir Ibnu Katsir tentang pahala besar bagi para pahlawan
An-Nisa, ayat 75-76
وَما لَكُمْ لَا تُقاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجالِ وَالنِّساءِ وَالْوِلْدانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنا أَخْرِجْنا مِنْ هذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُها وَاجْعَلْ لَنا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَلْ لَنا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيراً (75) الَّذِينَ آمَنُوا يُقاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقاتِلُوا أَوْلِياءَ الشَّيْطانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطانِ كانَ ضَعِيفاً (76)
Mengapa kalian tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah, baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa, “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya, dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!” Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan tagut. Sebab itu, perangilah kawan-kawan setan itu, karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah.
