Wakil Presiden RI ke-10 yang juga Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla (JK), meresmikan Masjid As-Sholihin di Yokohama, Jepang. Peresmian ini menjadi langkah penting penguatan peran masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi umat Muslim, khususnya diaspora Indonesia di Negeri Sakura.
Jusuf Kalla menegaskan bahwa fungsi masjid tidak hanya terbatas sebagai tempat ibadah, melainkan juga sebagai ruang vital untuk pembinaan umat dan pemersatu bangsa. Ia menekankan pentingnya masjid dalam mendidik generasi muda serta memperkuat kehidupan sosial masyarakat.
Acara peresmian Masjid As Sholihin Yokohama ini berlangsung di tengah peningkatan signifikan jumlah warga Indonesia yang bermukim di Jepang, yang mayoritas adalah pekerja. Kondisi ini menjadikan kebutuhan akan ruang ibadah yang sekaligus berfungsi sebagai pusat interaksi sosial semakin mendesak dan relevan.
Jusuf Kalla secara lugas menyampaikan pandangannya mengenai peran masjid yang melampaui fungsi ritual keagamaan. Menurutnya, masjid memiliki potensi besar sebagai pusat untuk mempersatukan umat, mendidik generasi penerus, dan secara aktif memperkuat kehidupan sosial masyarakat di sekitarnya.
Masjid As Sholihin di Yokohama diharapkan dapat menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut, menyediakan ruang bagi warga Indonesia untuk berinteraksi, berbagi pengalaman, dan menjaga tali silaturahmi. Fungsi ini krusial untuk menjaga identitas dan solidaritas di tengah lingkungan budaya yang berbeda.
Dengan adanya pusat kegiatan seperti Masjid As Sholihin, diaspora Indonesia dapat memiliki tempat bernaung yang mendukung kebutuhan spiritual sekaligus sosial mereka. Ini akan membantu mereka beradaptasi dan berkembang di Jepang tanpa kehilangan akar budaya dan keagamaan.
Jusuf Kalla juga menyinggung nilai-nilai kehidupan masyarakat Jepang yang dinilai selaras dengan ajaran Islam dalam praktik keseharian. Ia menggarisbawahi bahwa meskipun terdapat perbedaan agama, banyak nilai akhlak yang justru dijalankan dengan sangat baik di Jepang.
“Nilai-nilai seperti disiplin, kejujuran, kerja keras, dan kebersihan yang sangat kuat di Jepang. Hal ini dapat menjadi inspirasi berharga dalam upaya membangun dan memperkuat karakter umat Muslim, baik di Jepang maupun di Indonesia,” jelasnya.
Dewan Pembina Cinta Quran Foundation, Ustadz Fatih Karim dalam kesempatan yang sama mengungkapkan rasa bahagianya karena telah mampu menjadi inisiator Masjid As-Sholihin Yokohama dan mampu menyelesaikan pembangunannya.
“Inilah masjid, tempat di mana orang berkumpul dan bercerita kepada Tuhannya tentang hajat-hajat mereka. Inilah masjid yang kita bangun bersama, dari timur tempat matahari terbit hingga terbenam di barat,” ujarnya.
Peresmian ini turut dihadiri Duta Besar RI untuk Jepang Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir, Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Tokyo Muhammad Al Aula, tokoh masyarakat dan komunitas muslim Indonesia di Jepang. (*/ant)
