Kader IMM Harus Percaya Diri dan Mampu Tampilkan Daya Saing

www.majelistabligh.id -

Menjadi bagian dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.

Sebagai kader yang tumbuh dalam lingkungan persyarikatan Muhammadiyah, setiap anggota IMM harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan tidak boleh merasa rendah diri dalam menghadapi berbagai tantangan, baik di ranah sosial, akademik, maupun profesional.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PW Fokal IMM) Jawa Timur Choirul Anam, MM, saat memberikan sambutan dalam acara Halalbihalal Silaturahmi Syawal yang digelar oleh Fokal IMM Lamongan.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Mahkota Lamongan  pada Jumat (25/4/2025) ini, menjadi ajang penting untuk memperkuat jaringan silaturahmi antara kader aktif dan para alumni IMM dari berbagai latar belakang.

Dalam sambutannya, Choirul Anam mengingatkan bahwa saat ini banyak kader IMM yang telah berhasil menempati posisi strategis di berbagai sektor kehidupan. Mereka tidak hanya aktif dalam ruang-ruang akademik, tetapi juga mulai menduduki jabatan-jabatan penting, baik di level eksekutif, legislatif, maupun lembaga-lembaga strategis lainnya.

Hal ini, menurutnya, menunjukkan bahwa kader IMM memiliki kualitas, kapasitas, dan integritas yang sejajar, bahkan bisa jadi lebih unggul dibandingkan dengan kader organisasi lain.

“Jangan pernah merasa minder atau tidak percaya diri. Kenyataannya, banyak alumni IMM yang sudah terbukti mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa, baik dalam birokrasi pemerintahan, dunia usaha, maupun bidang sosial kemasyarakatan lainnya,” tegas Anam.

Dia juga memberikan penekanan pentingnya kemampuan komunikasi bagi kader IMM. Menurutnya, kepercayaan diri harus diwujudkan melalui keberanian untuk membangun jejaring dan menjalin komunikasi yang efektif dengan berbagai pihak, termasuk pemangku kebijakan di tingkat pemerintahan.

“Kader IMM harus tampil sebagai pribadi yang aktif dan tidak ragu untuk berdialog, menyampaikan ide, serta menawarkan solusi,” ujarnya menambahkan.

Tidak hanya itu, Choirul Anam juga mengingatkan bahwa di tengah dinamika zaman yang terus berubah, kemampuan literasi menjadi aspek yang tak kalah penting.

Kader IMM perlu membekali diri dengan berbagai jenis literasi, seperti literasi digital, literasi investasi, dan literasi sosial.

Dengan penguasaan literasi yang baik, para kader akan lebih siap dalam membaca situasi, memahami isu-isu strategis, dan mengambil keputusan secara bijak.

Acara Halalihalal Silaturahmi Syawal tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan KH Sodikin, Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Munif Syarif, Asisten I Pemerintah Kabupaten Lamongan, serta Ketua Fokal IMM Lamongan Nur Ali Zulfikar.

Dengan penuh semangat, pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas antar kader dan alumni IMM, serta mempertegas komitmen mereka dalam memberikan kontribusi terbaik bagi umat, persyarikatan, dan bangsa.

Pesan utama yang disampaikan Choirul Anam pun menggaung kuat: kader IMM harus tampil percaya diri, memiliki kapasitas unggul, serta mampu menjadi agen perubahan dalam berbagai sektor kehidupan. (abdul kholiq)

Tinggalkan Balasan

Search