Kajian rutin Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM ) Krian di Masjid Baitur Rahman Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Katerungan menghadirkan Mohammad Mas’al, SHI, MAg, anggota Majelis Tabligh PDM Sidoarjo. Dalam kesempatan tersebut ia membahas 10 syarat rezeki menjadi berkah.
Kajian rutin yang kali ini dilaksakan pada Ahad (25/5/2025) sebagai program Majelis Tabligh PCM Krian, dilaksanakan setiap satu bulan sekali bertempat bergiliran di PRM maupun Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Tujuan utama kajian rutin ini untuk pendalaman aqidah Islamiyah dan Muhammadiyah.
Dalam sambutan, Muhammasn Sarip Ketua PRM Katerungan menyampaikan ucapan selamat datang kepada segenap pengurus PCM Krian, PCA, Orton, pimpinan Aum, PRM, dan seluruh para simpatisan yang hadir.
“Kami sampaikan terima kasih Majelis Tabligh yang berkenan memilih PRM Katerungan sebagai tempat pelaksanaan kajian rutin” Sambutnya.
Selanjutnya dia menyampaikan bahwa ditunjuk sebagai tuan rumah sejak bulan Januari yang lalu, karena bertepatan berbarengan dengan kegiatan PCM, maka baru bisa terlaksana pada bulan ini.
Gayung bersambut, Arief Muriansyah Wakil Ketua PCM meminta karena kajian ini merupakan satu-satunya sarana silaturrahim bagi segenap pengurus dan warga Muhammadiyah untuk diramaikan dengan menghadirkan selut
“Berbeda dengan saudara kita, mereka punya banyak kegiatan, seperti Yasinan, Tahlalan, Diba’a, dan lain sebagainya,” ujar ketua Takmir Masjid Al-Hidayah PRM Jatimalang ini.
Sementara itu, Mohammad Mas’al manyampaikan bahwa berkah adalah, tetapnya kebaikan, ada nilai tambah yang tidak bisa dirasa secara fisik.
“Berkah itu ibarat unta yang njerum (duduk), dia tidak akan berdiri, karena persediaan makan yang akan dikonsumsi telah lengkap,” ujar Kepala SMP Al-Fattah Sidoarjo.
Dia juga mengartikan berkah Tumbuh dan berkembang dalam kehidupan.
Dalam cersmanya dia menyitir Farman Allah dalam surat Al-A’rof 96
وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْن
Artinya:
Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami). Maka, Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan.
Kunci keberkahan dalam mencari rejeki adalah harus ada iman dan bertaqwa, dan jagan sekali-kali bermaksiat, karena perbuatan maksiat itu akan mengahancurkan keberkahan bahwa kerugiannya sampai akhir hayat.
Dia berkisah tentang barokah secara fisik yang dialami oleh salah seorang sahabat yang rumahnya pernah didatangi Rosulullah hinga tertidur.
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ -رضي الله عنه- قَالَ: «دَخَلَ عَلَيْنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ عِنْدَنَا، فَعَرِقَ، وَجَاءَتْ أُمِّي بِقَارُورَةٍ، فَجَعَلَتْ تَسْلِتُ الْعَرَقَ فِيهَا، فَاسْتَيْقَظَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: (يَا أُمَّ سُلَيْمٍ مَا هَذَا الَّذِي تَصْنَعِينَ؟) قَالَتْ: هَذَا عَرَقُكَ نَجْعَلُهُ فِي طِيبِنَا، وَهُوَ مِنْ أَطْيَبِ الطِّيبِ»
(روى مسلم )
“Suatu saat, Nabi shallallahu’alaihi wasallam berkunjung ke rumah kami. Lalu beliau tidur siang. Beliau berkeringat ketika itu. Kemudian ibuku mengambil botol dan mengumpulkan keringat itu di dalamnya.
Nabi shallallahu’alaihi wasallam terbangun dan bertanya, “Ummu Sulaim.. apa yang sedang kamu lakukan ?”
“Ini adalah keringat Anda Ya Nabi..,” jawab Ummu Sulaim, “kami akan campur dengan parfum kami. Itu adalah parfum terbaik.”( HR. Muslim)
Dalam ceramahnya, ia menyampaikan sepuluh syarat rejeki itu berkah.
Pertama, membuktikan ketakwaan dalam kehidupan, dengan cara menjalankan puasa, salat lima waktu, dan selalu berbuat kebaikan.
Kedua, membaca al-Qur’an dan merenungkan
Ketiga, jujur dalam hal jual beli
“Jika ada yang cacat pada batang yang kita Juah, ditunjukkan,” jelasnya.
Keempat, jujur dalam berorganisasi/bersyarikat
Kelima, menjauhi sifat fasiq yaitu menjauhi sifat baik menuju sifat keburukan.
Keenam, bekerja atau beraktivitas pada waktu pagi setelah subuh.
“Jangan dibiasakan tidur setelah sholat Subuh, karena rejeki akan menjauh,” jelasnya
Ketujuh, mendekatkan kepada Allah dengan benyak berdoa
Kedelapan, bertawakal/berserahdiri kepada Allah.
Kesembilan, berbakti kepada orang tua dan mejaga silaturahim, termasuk menjaga silaturrahim kepada sahabat orang tua yang telah meninggal dunia.
Kesepuluh, menjauhkan diri dari harta yang haram.
“Hati-hati, ini tidak main-main. Ini harus menjadi perhatian. Jika sampai memakan harta yang tidak halal akan berakibat buruk terhadap keluarga,” imbuhnya. (basirun)
