Kalau Bukan Surga Urusannya, Aku Pasti Mengalah

*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
Staf Pengajar AIK Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
www.majelistabligh.id -

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa ada seorang Arab Badui berkata, “Wahai Rasulullâh shallallahu ‘alaihi wa sallam! Tunjukkanlah aku amalan yang jika aku kerjakan maka aku akan masuk surga.” Beliau menjawab:

تَعْبُدُ اللهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا ، وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ الْـمَكْتُوْبَةَ ، وَتُؤَدِّي الزَّكَاةَ الْـمَفْرُوْضَةَ، وَتَصُوْمُ رَمَضَانَ

“Engkau beribadah kepada Allâh Azza wa Jalla dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu, mengerjakan salat fardhu, membayar zakat yang wajib, dan berpuasa Ramadan.”

Orang itu berkata, “Demi (Allâh Azza wa Jalla) yang mengutus engkau dengan kebenaran, aku tidak akan menambahnya sedikit pun selamanya dan tidak akan menguranginya. Ketika ia telah pergi, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang senang melihat kepada seseorang dari penghuni surga, maka hendaklah ia melihat orang ini.”

Shahîh: HR. al-Bukhâri (no. 1397) dan Muslim (no. 14).

Para sahabat Nabi Muhammad saw semangat untuk memburu surga.
Pernah mendengar nama Sa’ad bin Khaitsamah?

Sa’ad dan ayahnya , Khaitsamah , sama2 gugur dlm pertempuran. Namun berbeda waktu dan tempat…

Sa’ad gugur saat perang Badar.Sementara Khaitsamah gugur di medan Uhud , satu tahun kemudian.

Adz Dzahabi (Siyar A’lam Nubala) menyebutkan kisah Sa’ad dan ayahnya yg sama2 ingin bergabung dlm pasukan perang Badar.

“Biarkan aku yang berangkat. Kamu tetap tinggal di rumah untuk menjaga kaum wanita ” ,
kata Khaitsamah kpd anaknya.

Sa’ad menolak. Tidak langsung mengiyakan. Bukan segera sepakat. Padahal urusan perang adalah urusan nyawa.

“Bila bukan surga urusannya, aku pasti mengalah”,
kata Sa’ad kpd ayahnya.

Ayahnya pun tak mau mengalah. Ayahnya tetap bersikukuh berangkat.

Sama-sama semangat….
Sama-sama bersikeras untuk berangkat… Sama-sama tak mau ditinggal… Ayah dan anak sama2 senang beramal…

Ayah dan anak pun mengambil jalan tengah…
Caranya? Buat undian.

Rupanya, nama Sa’ad yang keluar. Beliau lalu berangkat kemudian gugur di medan perang Badar….

Satu tahun kemudian ayahnya, Khaitsamah, ikut dalam perang Uhud. Dan beliau termasuk yg gugur.

Radhiyallahu ‘anhum.

Urusan surga memang prioritas bagi mereka yang beriman. Apa pun dikorbankan asalkan dapat surga. Tiada yang dirasa berat dan tidak ada yang dianggap sebagai beban, jika sudah surga urusannya….

Prinsip mereka adalah ;
Kalau bukan surga urusannya, Aku pasti mengalah….

Artinya , kalau hanya persoalan dunia, hitung2an uang, bagi-bagi laba, cari untung, ketersinggungan pribadi, hal itu tidak jadi soal. Bukan satu problem. Berusaha untuk mengalah….

Tapi, kalau sudah surga urusannya, inginnya menjadi yang terdepan. Tak mau ketinggalan. Tak ingin dilewatkan.

Pernah dengar nama sahabat Abu Dahdah?

Beliau punya kebun dgn ratusan batang pohon kurma…

Satu ketika, ada dua orang bersengketa menemui Nabi Muhammad….

Mereka berdua hidup bertetangga. Masalah pagar atau pembatas tanah yg dipersoalkan.

Yang satu hendak membangun pagar. Yang lain memiliki satu pohon kurma. Untuk mendirikan pagar, pohon kurma itu mesti dihilangkan. Pohon kurma itu sudah ditawar supaya dijual saja. Ia yang akan membeli. Namun ditolak…

Nabi Muhammad berusaha menengahi dengan menjanjikan,
“Sudahlah, jual saja pohon kurma itu untuknya. Sebagai gantinya , engkau akan memiliki satu pohon kurma di surga”

Pemilik pohon kurma tetap enggan…

Mendengar hal itu, sahabat Abu Dahdah justru yang terpanggil.

Kepada pemilik pohon kurma, Abu Dahdah menawarkan,
“Jual saja pohon kurma mu itu kepadaku, aku ganti dengan kebun kurma milikku”

Orang itu mau dan menerima tawaran Abu Dahdah.

Disaksikan Nabi Muhammad, pohon kurma yang menghalangi pembangunan pagar itu dibeli oleh Abu Dahdah lantas diberikan kepada orang yang hendak membangun pagar.

Sementara kebun milik Abu Dahdah yang berisi ratusan pohon kurma diberikan kepada si pemilik pohon kurma…

Nabi Muhammad lantas memuji berulang-ulang ;

كَمْ مِنْ عِذْقٍ رَدَاحٍ لِأَبِي الدَّحْدَاحِ فِي الْجَنَّةِ

“Alangkah banyak tandan penuh kurma milik Abu Dahdah di surga.” (HR Ahmad dan dishahihkan Al Albani dalam Ash Shahihah No.2964).

Kalau sudah surga urusannya jangan banyak pertimbangan…

Tidak usah ragu! Jangan bimbang..
Ayunkan kakimu…
Tinggalkan kehidupan yang jauh dari agama… (*)

Tinggalkan Balasan

Search