Kapendam V/Brawijaya Edukasi Siswa SD Musix Tentang Media Sosial, Jurnalistik, dan Etika Hormat

www.majelistabligh.id -

Dalam rangka mendukung program sekolah bertajuk Orang Tua Mengajar, SD Muhammadiyah 6 (Musix) Gadung Surabaya mendapat kunjungan istimewa dari Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V/Brawijaya, Kolonel Kaveleri Donan Wahyu Sejati, S.Sos, pada Kamis (15/5/2025).

Kehadiran beliau yang juga merupakan orang tua dari salah satu siswa kelas 2-ICP, Alesha Afsheena Almahyra Sejati, menjadi momentum edukatif yang penuh makna bagi para siswa.

Dalam kunjungan tersebut, Donan tidak datang sendiri. Dia membawa serta tim dari jajaran Penerangan Kodam V/Brawijaya, yaitu Lettu Inf. Muhammad Ismail, Pelda Yayan Aris Setiawan, dan Budi Hartono. Mereka bersinergi menyampaikan materi-materi menarik kepada para siswa yang masih duduk di bangku kelas dua sekolah dasar, dengan gaya penyampaian yang menyenangkan namun tetap edukatif.

Sesi pertama diawali dengan pemaparan dari Yayan Aris Setiawan yang mengangkat tema penting tentang penggunaan media sosial secara bijak.

Dalam penjelasannya, Yayayn mengajak para siswa untuk mengenali sisi positif dan negatif dari media sosial yang kini tidak asing lagi bagi anak-anak, bahkan sejak usia dini.

Dia menegatakan bahwa media sosial bisa menjadi sarana yang baik untuk menambah pengetahuan dan memperluas pergaulan, namun juga menyimpan risiko jika digunakan tanpa pengawasan dan pemahaman yang baik.

“Adik-adik harus hati-hati dalam menggunakan media sosial. Jangan pernah memberikan data pribadi, seperti alamat rumah, nomor HP, atau foto yang bersifat pribadi. Banyak kejahatan yang berawal dari sana,” tutur Yayan, sambil memberikan contoh kasus nyata yang mudah dipahami siswa.

Dia juga memperkenalkan istilah seperti hoax, cyber bullying, dan hate speech dengan bahasa yang disederhanakan agar bisa dicerna oleh siswa usia dini.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Muhammad Ismail, yang memperkenalkan profesi sebagai presenter dan reporter. Dengan menampilkan cuplikan video berita yang pernah dia liput, Ismail berhasil membangkitkan rasa penasaran dan semangat siswa untuk mengenal dunia jurnalistik.

Ismail menjelaskan tentang bagaimana menyusun berita, teknik berbicara di depan kamera, serta pentingnya sikap percaya diri dan kejelasan suara.

“Menjadi reporter itu seru. Kalian bisa meliput banyak hal menarik dan bertemu berbagai orang penting. Tapi yang paling penting, kalian harus menyampaikan informasi secara benar dan tidak memihak,” jelasnya.

Kapendam V/Brawijaya Edukasi Siswa SD Musix Tentang Media Sosial, Jurnalistik, dan Etika Hormat
Para siswa SD Musix belajar tentang jurnalistik dan media sosial bersama Kapendam V/Brawijaya. foto: ist

Anak-anak pun tampak antusias saat diajak mencoba praktik berbicara di depan kamera, seolah sedang menjadi pembawa berita sungguhan.

Sesi ketiga diisi Budi Hartono yang memaparkan dasar-dasar penggunaan kamera serta etika dalam mengambil gambar, terutama saat memotret tokoh publik atau dalam acara resmi. Dia menjelaskan bahwa menjadi fotografer tidak hanya soal teknis, tapi juga soal sopan santun dan tata krama.

Sebagai penutup, para siswa diajak untuk melakukan kegiatan baris-berbaris dan belajar memberi hormat dengan benar kepada orang yang lebih tua maupun kepada simbol negara.

Salah satu siswa berkesempatan maju dan dilatih langsung oleh tim dari Kodam V/Brawijaya tentang cara memberi hormat yang sesuai dengan aturan militer, namun tetap disesuaikan dengan usia mereka.

Kepala Urusan Kesiswaan SD Muhammadiyah 6 Gadung, Ustazah Hidayatun Ni’mah, M.Pd menyambut baik kegiatan ini.

Dia menilai bahwa pembelajaran yang diberikan langsung oleh para praktisi di lapangan memberikan pengalaman nyata yang tidak bisa didapat dari buku pelajaran semata.

Menurutnya, anak-anak saat ini hidup di era digital yang menuntut pemahaman yang bijak tentang dunia maya, sekaligus dibekali keterampilan baru seperti komunikasi publik dan pemanfaatan teknologi informasi.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena mengajarkan nilai-nilai penting kepada anak-anak, seperti etika bermedia sosial, keberanian berbicara di depan umum, hingga sikap hormat kepada sesama dan kepada bangsa. Harapan kami, anak-anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, cerdas, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya.

Dengan penuh semangat dan senyum ceria, para siswa pun mengakhiri kegiatan ini dengan pengalaman baru yang menyenangkan. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengalami langsung bagaimana rasanya menjadi jurnalis cilik dan warga digital yang bijak. (jihan nurilla/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search