Karena Memaafkan Lebih Menyembuhkan daripada Membalas

*) Oleh : Ferry Is Mirza DM
www.majelistabligh.id -

Alhamdulillah, saat ini kita masih berada di hari ke 20 bulan Syawal masih tersisa suasana lebaran idul fitri. Suasana yang membawa setiap orang untuk ingin silaturrahmi dan saling bertemu dalam suasana hangat untuk meminta maaf atas kesalahan yang sengaja diperbuat maupun tidak sengaja, baik lisan maupun perbuatan, baik lahir maupun batin. Penerima maaf pun akan memberikan maaf dengan sukarela.

Memaafkan merupakan sikap mulia yang amat dianjurkan dalam agama Islam. Seberat atau sepedih apa pun manusia mengalami dampak akibat kesalahan yang dilakukan orang lain, Allah Subhanallahu Wa Ta’ala tetap memerintahkan setiap hamba untuk melapangkan dada terhadap kesalahan sesama.

Dalam Al-Quran Allah berfirman: “Dan hendaklah mereka memberi maaf dan berlapang dada. Apakah kalian tidak ingin Allah mengampuni kalian? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nur: 22)

Ayat di atas menegaskan bahwa memaafkan merupakan sikap mulia yang hendaknya dimiliki setiap orang karena Allah Subhanallahu Wa Ta’ala sendiri maha pemberi maaf dan menyayangi hambaNya.

Pemberian maaf sebagaimana ditekankan dalam ayat ini tidak harus menunggu permintaan maaf. Substansi memaafkan berdasarkan ayat tersebut adalah berlapang dada dan membuka pintu maaf selebar-lebarnya kepada orang lain dengan kesadaran penuh bahwa kesalahan merupakan suatu keniscayaan yang pasti pernah dilakukan oleh setiap manusia.

Mengapa kita harus memaafkan ?

Di kehidupan yang kita jalani pasti kita pernah merasakan kecewa, entah itu dikecewakan oleh orang tua, teman, pacar, ataupun orang terdekat kita yang membuat kita merasa sangat kecewa lewat perbuatan mungkin atau perkataan.

Apapun itu yang membuat kita kecewa dan membuat kita sakit hati tidak harus dipendam terus- menerus karena akan menjadi penyakit hati untuk kita. Cara satu- satunya untuk menghilangkan sakit hati yang ada yaitu dengan memaafkan !.

Karena untuk menyembuhkan penyakit hati ini hanya dengan memaafkan orang yang mengecewakan kita dan menyelesaikan masalah yang ada agar kita sembuh dari penyakit hati ini.

Memaafkan membuat kita bebas dari penyakit hati yang ada tanpa merasa terbeban dengan masalah yang ada dengan sesama kita.

Memaafkan membuat hati kita lebih tenang dan sejahtera, karena kita telah memaafkan orang yang mengecewakan kita sehingga kita menjadi lebih tenang dan merasa damai.

Memaafkan membuat kita sehat, karena saat kita memikirkan masalah yang ada membuat kita stress dan dapat memicu penyakit lainnya.untuk itulah kita harus memaafkan agar supaya tidak menjadi pikiran yang dapat membuat stress.

Memaafkan membuat kita bahagia, memaafkan dapat membuat kita bahagia karena tanpa memikirkan apapun kita dapat menjalani kehidupan ini dengan perasaan bahagia tanpa merasa terbebani.

Memaafkan meningkatkan kualitas hubungan, saat kita mudah memaafkan itu berarti kita lebih mengutamakan kedamaian tanpa harus memperbesarkan masalah yang ada.

Dengan alasan alasan tersebut diatas, kenapa kita sulit memaafkannya? Padahal Allah Subhanallahu Wa Ta’ala sendiri dapat memaafkan kita dengan begitu gampangnya kenapa kita manusia sulit memaafkan, mungkin ada beberapa alasan yang membuat kita sulit memaafkan

Cara agar supaya dapat memberikan maaf dengan tulus kepada orang yaitu dengan merelakannya, karena apa yang sudah terjadi tidak akan terulang lagi jadi relakanlah dan berikan dia kesempatan untuk berubah dan maafkanlah dia .

Jangan simpan dendam, ketika kita sudah memaafkan terkadang kita masih menyimpan rasa dendam untuk orang itu. Rasa dendam yang ada dapat berakibat buruk bagi kesehatan, dendam dapat memicu stress dan depresi serta menyimpan dendam dapat membuat sulit berpikir jernih.

Pikirkan keuntungan dari memaafkan dengan tulus yaitu hidup kita damai, tidak dapat penyakit apapun .
Sedangkan kalau sulit memaafkan dapat menjadi dosa kita bertambah. Sehingga akan banyak keuntungan yang bisa kita dapat jika kita bisa memaafkannya.

Tetapi bagaimana hati kita dapat dengan tulus memaafkan orang yang sudah membuat kita kecewa ?

Coba pikirkan bahwa Allah Subhanallahu Wa Ta’ala saja yang berkuasa atas semua ini dapat mengampuni kita umatnya walaupun kita sudah berkali-kali menyakiti dan mengecewakan Allah Subhanallahu Wa Ta’ala tetapi tetap saja Allah Wa Ta’ala masih mau memaafkan dan mengampuni kita.

Masak kita sebagai umatnya sulit untuk memaafkan ?

Maafkanlah orang orang yang mengecewakan kita walaupun yang diperbuatnya itu sudah sangat mengecewakan kita.

Maafkanlah dia dengan tulus karena tidak ada keuntungan apapun untuk diri kita jika kita menyimpan dendam kepada seseorang.

Hal itu hanya akan membuat rugi diri kita sendiri karena akan membuat kita stress saat mengingatnya dan akan membuat penyakit hati yang bisa berefek menimbulkan penyakit fisik.

Pasti kita semua menghendaki dilapangkan, diluaskan dan mudahkan rizkinya oleh Allah Subhanallahu Wa Ta’ala
Dan pasti kita semua menghendaki dipanjangkan umurnya oleh Allah Subhanallahu Wa Ta’ala.

Kuncinya adalah menjaga hubungan silaturahmi karena silaturrahmi merupakan faktor yang dapat menjadi penyebab dilapangkan, diluaskan dan mudahkan rizki serta dipanjangkan umurnya.

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi”. (Muttafaqun ‘alaihi)

Pasti kita semua menghendaki dimasukkan dalam golongan ahli surga dan dipelihara dari siksa api neraka oleh Allah Subhanallahu Wa Ta’ala

Kuncinya adalah senantiasa menyambung silaturahmi karna memutus silaturahmi termasuk salah satu dosa besar. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

“Tidak akan masuk surga bersama orang orang yang lebih awal masuk surga orang yang memutus silaturahim”.
(HR. Bukhari Muslim)

Jadi maafkanlah seseorang yang telah mengecewakan kita dengan tulus, teruslah berdoa seiring berjalannya waktu Tuhan pasti akan membukakan hati kita untuk dapat memaafkan dan kita terbebas dari rasa dendam yang ada.

Dan disaat kita sudah mampu memaafkan dengan tulus maka kehidupan kita akan selalu dipenuhi, kedamaian, kebahagian, ketenangan dan insyaallah akan terhindar dari segala penyakit.

Tetap sambungkanlah tali silaturahmi, berhati- hatilah dari memutuskannya. Masing-masing kita akan datang menghadap Allah dengan membawa pahala bagi orang yang menyambung tali silaturahmi.  Atau ia menghadap dengan membawa dosa bagi orang yang memutus tali silaturahmi.

Marilah kita memohon ampun kepada Allah Ta’ala, karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (*)

Tinggalkan Balasan

Search