KBRI di Beijing Gelar Buka Puasa Bersama WNI di Negeri Tirai Bambu

Para WNI salat tarawih berjamaah di KBRI Beijing. (antara)
www.majelistabligh.id -

Sepanjang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah ini, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing menggelar rangkaian kegiatan ibadah yang berlangsung setiap hari, mulai dari buka puasa bersama hingga salat tarawih berjamaah. Karena itu, Warga Negara Indonesia (WNI) di Beijing, Tiongkok, berkumpul bersama dalam momen Ramadan ini.

“Kami setiap mengadakan buka puasa bersama dan tarawih, termasuk pesantren Ramadan,” kata perwakilan Lintas Komunitas Muslim Indonesia–Tiongkok (LKMIT), Muhammad Iqbal Agustian Doro Putra, di KBRI Beijing, merilis Antara, Kamis (26/2/2026).

Kegiatan buka puasa dan salat tarawih tersebut berlangsung hingga pertengahan Maret 2026 nanti. Program tersebut terbuka tidak hanya bagi Warga Negara Indonesia (WNI), tetapi juga umat Muslim dari berbagai negara, mencerminkan semangat Ramadan yang universal dan inklusif.

KBRI Beijing juga menghadirkan inovasi melalui penyelenggaraan pesantren Ramadan. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai komunitas, antara lain LKMIT, Majelis Taklim At-Taqwa KBRI Beijing, Lintas Pengajian Beijing, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU), serta PCI Muhammadiyah.

Jika dibandingkan tahun sebelumnya, terdapat peningkatan signifikan dalam skala kegiatan. Pada Ramadan sebelumnya, KBRI Beijing hanya menggelar buka puasa dan tarawih sebanyak tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Rabu, Jumat, dan Ahad. Sedangkan pesantren Ramadan belum ada.

Suasana buka puasa bersama di KBRI Beijing.(antara)
Suasana buka puasa bersama di KBRI Beijing.(antara)

Pesantren Ramadan tahun ini dirancang lebih komprehensif. Kegiatannya meliputi monitoring Mutaba’ah Yaumiyah, motivasi dan sesi berbagi, kajian bersanad, kelas bahasa Mandarin, kajian daring, hingga pelaksanaan salat Idul Fitri bersama.

“Kegiatannya ada yang dilakukan secara langsung, seperti buka puasa bersama dan tarawih berjamaah yang dilanjutkan dengan kultum. Ada juga yang dilakukan secara daring dan terbuka untuk umum, baik mahasiswa, pekerja, maupun masyarakat umum,” ujar Doro, yang merupakan mahasiswa semester pertama program master di salah satu kampus di Beijing.

Dalam upaya memperkaya materi keislaman, panitia juga menghadirkan sejumlah penceramah dari Indonesia, termasuk Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym yang dijadwalkan mengisi kajian secara daring.

Harmoni Keberagaman

Sementara itu, Wakil Duta Besar RI untuk China, Irene, menegaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini juga menjadi cerminan keberagaman Indonesia yang harmonis.

“Saya kebetulan bukan Muslim, tetapi ibu saya seorang Muslim sehingga saya terbiasa merayakan Ramadan dan Lebaran,” tuturnya.

Menurutnya, keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang patut menjadi teladan global. “Saya berharap rangkaian kegiatan Ramadan ini hingga Idul Fitri nanti dapat mempererat kebersamaan dan menjadikan kita pribadi yang lebih baik. Semoga KBRI Beijing bisa menjadi rumah untuk semua teman-teman dan adik-adik baik untuk belajar dan berdoa dan berkumpul bersama saudara-saudara dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Irene.

Kehadiran program Ramadan harian ini bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, penguatan identitas, dan dakwah yang menyatukan diaspora Indonesia di negeri tirai bambu. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search