*) Oleh: Marwa Akmalia Rizka,
Alumnus Fakultas Syariah, LIPIA Jakarta
Allah adalah Pencipta alam semesta beserta seluruh makhluk. Dia memiliki banyak hamba, dan semuanya diurus oleh-Nya. Tapi, apakah pernah Dia melupakanmu?
Kebutuhanmu disediakan, tidurmu dinyenyakkan, salahmu diingatkan. Namun, kamu jarang berdoa untuk bisa berjumpa dengan-Nya.
Kamu melalaikan-Nya dan bahkan melupakan jasa besar-Nya dengan tidak bersyukur kepada-Nya. Bahkan, kamu berbuat maksiat seakan-akan Dia tidak mengawasimu. Sungguh, buruk balasanmu kepada-Nya.
Kekuasaan Allah
Allah tidak pernah berhenti mengurus hamba-hamba-Nya. Ketika dirimu lebih mementingkan orang-orang dan pekerjaanmu ketimbang salat, apakah pernah Allah melarangmu untuk bersujud lagi?
Saat hal yang kamu pentingkan justru menyakitimu, dan kamu ingin menemui-Nya, apakah Dia mengusirmu pergi?
Sekarang, lihatlah siapa yang paling kamu cari ketika dunia tidak lagi menganggapmu berharga. Manusia di sekitarmu banyak, tapi adakah yang setulus Dia dalam menyayangimu? Dalam memaafkan kesalahanmu?
Salatlah, temui Dia. Dunia tidak menjamin kamu bisa hidup lebih lama. Mintalah maaf dengan bahasamu sendiri. Allah tidak akan menjeda sebanyak apa pun kata-kata yang kamu ucapkan. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam Al-Qur’an:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)
Allah SWT juga berfirman:
ٱدْعُوا۟ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًۭا وَخُفْيَةً
“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut.” (QS. Al-A’raf: 55)
Allah berupaya mendekatkan diri-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Namun, hamba-Nya justru menjaga jarak dan menjauh dari-Nya. Betapa buruknya balasan manusia kepada Tuhannya.
