Keajaiban Dekatnya Allah kepada Hamba-Nya

www.majelistabligh.id -

Manusia: Bosan Berbuat Baik

Allah tidak pernah jenuh atau bosan mengurus setiap urusan hamba-Nya. Namun, manusia adalah makhluk yang sering bosan berbuat baik untuk dirinya sendiri. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam:

خُذُوا مِنَ الْأَعْمَالِ مَا تُطِيقُونَ، فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا

“Ambillah dari amal perbuatan itu yang kalian mampu, karena sesungguhnya Allah tidak akan bosan sampai kalian bosan.”

Seringkali jiwa kita seperti anak kecil. Terkadang harus dibentak dengan kata “Jangan!” karena anak kecil selalu ingin diberikan segala yang diinginkannya. Dia seakan menganggap dunia ini ada hanya untuk memenuhi semua permintaannya.

Akibatnya, dia tumbuh menjadi pribadi egois, tidak peduli kepada orang lain, lemah, dan kesulitan dalam menghadapi hidup.

Begitu pula hawa nafsu. Jika selalu diberi apa yang diinginkan, maka ia akan terus meminta. Hingga akhirnya, tanpa sadar, hawa nafsu akan menjadi tuannya, dan manusia akan menjadi budaknya.

Namun, jiwa yang sadar akan tujuan hidup dan dalam bimbingan Tuhannya akan hidup terarah dan penuh kebaikan. Sebagaimana firman-Nya:

وَٱلَّذِينَ جَـٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Ankabut: 69)

Nabi Muhammad, para sahabat, dan siapa pun yang mengikuti mereka adalah contoh generasi yang bersungguh-sungguh membela agama ini. Hidup mereka diperuntukkan untuk mencari keridaan Allah. Karena itu, Allah memberikan hidayah dan petunjuk-Nya kepada mereka.

Mereka adalah generasi terbaik yang tidak pernah bosan mengingat nikmat Allah dan senantiasa berupaya mendekatkan diri untuk mendapat petunjuk-Nya.

Berbeda dengan generasi masa kini, yang meskipun petunjuk Allah telah hadir di hadapan mereka, mereka sering bosan dan melupakan kebaikan-Nya.

Pantaslah jika Allah membiarkan mereka berbuat semaunya sendiri, dan berbagai musibah pun dibiarkan menimpa mereka. (*)

Surabaya, 27 Januari 2025

Untuk mendapatkan update cepat silakan berlangganan di Google News

Tinggalkan Balasan

Search