Kebahagiaan Sejati Dimulai dari Rumah

*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd
Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) PDM Jombang
www.majelistabligh.id -

“Family happiness is not found, but is built every day with patience, understanding, and sacrifice.”

(Kebahagiaan keluarga tidak ditemukan, melainkan dibangun setiap hari dengan kesabaran, pengertian, dan pengorbanan)

Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat, namun memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk karakter individu dan membangun peradaban.

Sebuah keluarga yang bahagia bukan hanya sebuah impian, melainkan fondasi kokoh yang menopang kehidupan yang bermakna dan penuh keberkahan.

Kebahagiaan dalam keluarga tidak selalu berarti tanpa masalah, melainkan kemampuan untuk menghadapi setiap tantangan bersama dengan cinta, pengertian, dan dukungan.

Komunikasi yang efektif menjadi pilar utama dalam menciptakan suasana keluarga yang harmonis. Saling mendengarkan, berbagi cerita, dan mengungkapkan perasaan dengan jujur dapat mempererat ikatan antaranggotanya.

Selain itu, rasa saling percaya dan menghargai perbedaan adalah kunci untuk menghindari konflik yang tidak perlu dan menciptakan lingkungan yang aman secara emosional.

Dalam Islam, keluarga menempati posisi yang sangat mulia. Allah SWT berfirman:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum: 21)

Ayat ini secara jelas menunjukkan bahwa tujuan pernikahan adalah untuk mencapai ketenteraman (sakinah), rasa kasih sayang (mawaddah), dan rahmat.

Tiga elemen inilah yang menjadi fondasi utama bagi terciptanya keluarga bahagia dalam pandangan Islam.

Kebahagiaan bukan hanya tentang materi, melainkan ketenangan batin yang diperoleh dari hubungan yang harmonis dan dilandasi nilai-nilai spiritual.

Keluarga bahagia adalah dambaan setiap insan, dan merupakan hasil dari upaya kolektif serta komitmen setiap anggota keluarga.

Dengan memupuk komunikasi yang baik, saling percaya, menghargai perbedaan, serta meneladani ajaran agama yang mengajarkan kasih sayang dan ketenteraman, kita dapat membangun keluarga yang tidak hanya bahagia di dunia, tetapi juga menjadi ladang pahala dan keberkahan di akhirat.

Ingatlah, kebahagiaan sejati dimulai dari rumah. (*)

Semoga bermanfaat. (*)

Tinggalkan Balasan

Search