Kebencian Allah Amat Besar, Mengatakan Tapi Tidak Dikerjakan

*) Oleh : M. Mahmud
Ketua PRM Kandangsemangkon Paciran Lamongan Jawa Timur
www.majelistabligh.id -

Dalam Al-Qur’an Surah Ash-Shaff ayat 3, menegaskan bahwa sangat besar kemurkaan Allah terhadap orang yang mengatakan sesuatu tetapi tidak melakukannya.

Surah Ash-Shaff (61) ayat 3.

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللّٰهِ اَنْ تَقُوْلُوْا مَا لَا تَفْعَلُوْنَ

“Sangat besarlah kemurkaan di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan.”

 Makna dan Tafsir

Makna kata:

  • Kabura = sangat besar.
  • Maqtan = kebencian, kemurkaan.

Jadi, kaburo maqtan berarti “sangat besar kebencian/murka.”

Pesan utama ayat:

  • Allah sangat membenci ketidaksesuaian antara ucapan dan tindakan.
  • Ayat ini menjadi peringatan keras agar orang beriman tidak bersikap munafik.
  • Integritas (kesatuan kata dan perbuatan) adalah nilai penting dalam Islam.

Tafsir ulama:

  • Tafsir Jalalain: Allah murka kepada orang yang berkata tetapi tidak berbuat.
  • Tafsir Al-Muyassar: Murka Allah amat besar bila lisan tidak sesuai dengan amal.
  • Tafsir Tahlili: Ayat ini mengingatkan agar kaum mukmin tidak meniru sifat munafik yang bermuka dua

Menurut sebagian tafsir, ayat ini turun untuk menegur orang-orang beriman yang bersemangat menyeru jihad dan amal, tetapi ketika saatnya tiba mereka enggan melaksanakannya.

Allah ingin mendidik umat agar tidak hanya pandai bicara, tetapi benar-benar menepati komitmen. Ayat ini juga menjadi peringatan keras terhadap sifat munafik, yang suka berjanji tetapi tidak menepati.

Dimensi Spiritual

  • Ucapan adalah amanah. Setiap kata yang keluar dari lisan akan dimintai pertanggungjawaban.
  • Ketidaksesuaian ucapan dan tindakan merusak hati, menumbuhkan kemunafikan, dan menjauhkan dari rahmat Allah.
  • Allah membenci perilaku ini karena ia menipu diri sendiri dan orang lain, serta merusak kepercayaan sosial.

Dimensi Sosial

  • Kepercayaan masyarakat runtuh bila ucapan tidak sesuai dengan tindakan.
  • Pemimpin, guru, orang tua, atau siapa pun yang hanya pandai berkata tetapi tidak memberi teladan akan kehilangan wibawa.
  • Ayat ini menegaskan pentingnya integritas sebagai fondasi hubungan sosial.

Dimensi Etika

  • Islam menekankan kesatuan kata dan perbuatan sebagai ciri orang beriman.
  • Ketika seseorang berkata tetapi tidak berbuat, ia melakukan pengkhianatan moral.
  • Dalam etika Qur’ani, ucapan harus menjadi janji yang diikat dengan tanggung jawab.

Untuk para mubaligh dan mubalighoh, ayat kaburo maqtan (Ash-Shaff: 3) bisa dijadikan pengingat mendalam agar dakwah tidak berhenti di lisan, tetapi benar-benar hidup dalam amal

Landasan Qur’ani

  • Surah Ash-Shaff ayat 3: Allah sangat membenci orang yang berkata tetapi tidak berbuat.
  • Dakwah bukan sekadar retorika, tetapi amanah yang harus diwujudkan dalam perilaku.

Bahaya Ketidaksesuaian

  • Spiritual: Menumbuhkan sifat munafik, menjauhkan dari rahmat Allah.
  • Sosial: Menghancurkan kepercayaan jamaah; dakwah kehilangan wibawa.
  • Etika: Mengkhianati amanah lisan; merusak integritas dakwah.

Teladan Dakwah

  • Rasulullah ﷺ adalah uswah hasanah: perkataan beliau selalu sejalan dengan perbuatan.
  • Mubaligh sejati bukan hanya pandai bicara, tetapi menjadi cermin hidup dari pesan yang disampaikan.

Ayat ini adalah peringatan keras bahwa Allah sangat membenci ketidaksesuaian antara ucapan dan tindakan. Ia menuntut kita untuk menjadi pribadi yang jujur, konsisten, dan amanah, karena integritas adalah inti dari iman. (*)

Tinggalkan Balasan

Search