Kejujuran, Jalan Menuju Surga yang Abadi

www.majelistabligh.id -

*) Oleh: Ubaidillah Ichsan, S.Pd
Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) PDM Jombang

Make honesty as your clothes, he will protect you from hellfire and deliver you to the garden of heaven
“(Jadikan kejujuran sebagai pakaianmu, ia akan melindungimu dari api neraka dan menghantarkanmu ke taman surga)”

Kejujuran merupakan salah satu pilar utama dalam ajaran Islam. Lebih dari sekadar berkata benar, kejujuran mencakup keselarasan antara ucapan, perbuatan, dan niat dalam hati. Seorang Muslim yang jujur akan senantiasa berpegang pada kebenaran dalam setiap aspek kehidupannya, baik dalam berinteraksi dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia.

Dalam kehidupan sehari-hari, kejujuran tercermin dalam berbagai bentuk. Misalnya, dalam berdagang, seorang pedagang yang jujur tidak akan menipu pembeli mengenai kualitas barang dagangannya. Dalam berjanji, ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk menepatinya. Bahkan dalam hal kecil sekalipun, seperti mengakui kesalahan, merupakan bagian dari implementasi nilai kejujuran.

Islam sangat menekankan pentingnya kejujuran dan menjanjikan balasan yang mulia bagi orang-orang yang senantiasa menjaganya. Salah satu balasan tertinggi yang dijanjikan Allah SWT adalah surga. Allah dan Rasul-Nya, banyak menyebutkan tentang keutamaan kejujuran dan hubungannya dengan surga. Di antaranya adalah:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar (jujur).” (Qs. At-Taubah :119)

Ayat ini memerintahkan orang-orang beriman untuk bertakwa kepada Allah dan senantiasa bersama dengan orang-orang yang jujur. Ini mengindikasikan bahwa kejujuran adalah sifat yang dicintai Allah dan jalan untuk meraih kedekatan dengan-Nya.

Dalam hadits dari sahabat Abdullah bin Mas’ud juga dijelaskan keutamaan sikap jujur dan bahaya sikap dusta. Ibnu Mas’ud menuturkan bahwa Rasulullah Saw bersabda,

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا
Artinya:
“Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan megantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.”(HR. Muslim No. 2607)

Hadis ini dengan jelas menyatakan bahwa kejujuran adalah jalan menuju kebajikan, yang pada akhirnya akan mengantarkan seseorang ke surga. Sebaliknya, kedustaan akan membawa kepada kejahatan dan berakhir di neraka.

Jadi, Kejujuran adalah fondasi penting dalam Islam yang memiliki korelasi erat dengan kebahagiaan abadi di akhirat. Dalil-dalil di atas dengan tegas menunjukkan bahwa kejujuran merupakan sifat yang mulia dan menjadi salah satu jalan utama menuju surga.

Oleh karena itu, setiap Muslim hendaknya berusaha sekuat tenaga untuk senantiasa jujur dalam perkataan dan perbuatan, demi meraih ridha Allah SWT dan surga-Nya yang penuh kenikmatan.

Semoga bermanfaat. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search