Kekayaan Bukan Tanda Kemuliaan dan Kemiskinan Bukan Tanda Kehinaan

*) Oleh : Ferry Is Mirza
jurnalis senior dan aktivis muhammadiyah
www.majelistabligh.id -

Ketika ada orang kaya yang saking kayanya ia bingung uangnya mau diapakan, di situlah akhirnya tidak sedikit orang sejenis ini menggunakan uangnya untuk hal yang tidak bermanfaat. Bahkan cenderung membawa dosa dan akhirnya ia tidak bersyukur dengan uangnya.

Sebaliknya

Ketika ada orang miskin saking miskinnya ketika ia mempunyai uang, ia bingung uangnya mau diapakan, mana yang didahulukan. Di situlah akhirnya tidak sedikit orang sejenis ini merasa tidak cukup, merasa kekurangan akhirnya putus asa dan ia akhirnya tidak bersyukur dengan uangnya.

Subhanallahu,

Jadi sebenarnya bukan ukuran kita itu kaya atau miskin, akan tetapi yang menjadi ukuran adalah bagaimana sikap kita terhadap kekayaan dan kemiskinan tersebut.

Allah  berfirman:

“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakanNya dan diberiNya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”

“Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”

“Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim.” (QS. Al Fajr: 15-17)

Lihatlah…Kekayaan bukan tanda kemuliaan dan kemiskinan bukan tanda kehinaan.

Wallahu A’lam Bisshawab

“Robbana Taqobbal Minna –

Yaa Allah terimalah dari kami amalan kami”, aamiin.

In syaa Allah bermanfaat, silakan dishare untuk meraih pahala amal jariyah. (fimdalimunthe55@gmail.com)

Tinggalkan Balasan

Search