Kekuatan Syukur dan Istighfar: Kunci Nikmat dan Perlindungan dari Siksa

*) Oleh : Ferry Is Mirza DM
Jurnalis Senior dan Aktivis Muhammadiyah
www.majelistabligh.id -

Dua ibadah agung yang tidak selayaknya hilang dari hati seorang mukmin adalah syukur dan istighfar.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

“Syukur berkonsekuensi menambah nikmat, dan istighfar akan menahan siksa.”
(Majmu’ Fatawa 28/48)

Sayangnya, manusia sering kali lalai dalam bersyukur. Ia merasa segala yang didapatkan adalah hasil kerja keras dan jerih payahnya sendiri, padahal semua datang dari karunia Allah Ta’ala.

Syukur dan istighfar adalah dua amalan yang bukan hanya mendatangkan pahala, tetapi juga membawa keberkahan hidup.

1. Syukur Menambah Nikmat

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangatlah pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Imam Al-Qurthubi rahimahullah menafsirkan ayat ini:

“Syukur adalah sebab bertambahnya nikmat, sedangkan kufur nikmat adalah sebab hilangnya nikmat.” (Tafsir Al-Qurthubi, 9/294)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga mencontohkan syukur melalui amal. Beliau shalat malam hingga kedua kakinya bengkak. Ketika ditanya mengapa melakukan itu padahal beliau telah diampuni dosanya, beliau bersabda:

“Tidakkah aku ingin menjadi hamba yang bersyukur?” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Istighfar Menahan Siksa

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang mereka beristighfar.” (QS. Al-Anfal: 33)

Banyak istighfar menjadi sebab turunnya ampunan dan terhindarnya seseorang dari azab Allah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, maka Allah akan memberikan jalan keluar bagi setiap kesulitan, kelapangan dari setiap kesempitan, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah)

Dalam riwayat lain, beliau juga bersabda:

“Berbahagialah bagi orang yang menemukan dalam catatan amalnya banyak istighfar.” (HR. Ibnu Majah no. 3818, hasan)

3. Manfaat Syukur dan Istighfar

Menambah nikmat
Syukur mendatangkan tambahan nikmat dan keberkahan hidup.

Menahan siksa
Istighfar menjadi tameng dari azab dan musibah.

Meningkatkan kesadaran dan ketakwaan
Dua amalan ini mengingatkan kita bahwa segala kebaikan dan keselamatan hanya dari Allah.

Mendatangkan ketenangan jiwa
Orang yang bersyukur dan beristighfar hatinya lebih tenteram dan jauh dari keluh kesah.

Dengan demikian, syukur dan istighfar adalah dua amalan yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim.

Keduanya membantu kita memperoleh tambahan nikmat, ampunan dosa, dan terhindar dari siksa.

Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan kepada kita hati yang senantiasa bersyukur dan lisan yang senantiasa beristighfar, sehingga kita meraih ridha dan rahmat-Nya.

Aamiin yaa Rabbal ‘Alamiin. (*)

Tinggalkan Balasan

Search