Menteri Agama Nasaruddin Umar mematangkan gagasan transformasi pengelolaan dana keumatan, termasuk rencana pembentukan lembaga terpadu pengelola zakat, wakaf, infak, kurban, dan dana sosial keagamaan lainnya.
“Potensi dana umat kita luar biasa. Jika dikelola dengan sistem yang kuat, kemiskinan dapat diberantas,” kata Menag, saat menerima kunjungan Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Angkatan 1990 di Jakarta, Senin (12/1/2026).
Menurutnya, transformasi ini membutuhkan dukungan pemikiran, regulasi, dan legitimasi sosial. Karena itu, keterlibatan alumni perguruan tinggi keagamaan menjadi sangat strategis. Transformasi Kementerian Agama tidak hanya soal birokrasi, tetapi juga soal arah peradaban.
“Perjuangan kita bukan hanya mempertahankan eksistensi Kementerian Agama, tetapi memperkuat peran Indonesia dalam peradaban Islam dunia. Dan itu harus kita bangun bersama,” jelas Menag.
Sementara itu, para alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Angkatan 1990 menyatakan kesiapan menjadi bagian dari penguatan transformasi Kemenag. Mereka berkomitmen menyumbangkan ide, jaringan, serta pengalaman profesional untuk mendukung program-program strategis kementerian.
Menag menyampaikan apresiasi atas inisiatif para alumni untuk menjadi mitra intelektual dan moral dalam memperkuat arah kebijakan Kementerian Agama. Menag lalu mengajak para alumni melihat situasi global secara lebih luas. Ia memaparkan dinamika geopolitik di Timur Tengah yang sarat konflik dan instabilitas, mulai dari Iran, Saudi Arabia, Yaman, Suriah, Lebanon hingga Mesir.
Menurut Menag, kondisi tersebut menjadikan harapan terhadap kepemimpinan dunia Islam tidak lagi bisa bertumpu pada kawasan Timur Tengah semata. Posisi strategis Indonesia sebagai negara Muslim terbesar, stabil secara politik, dan jauh dari pusat konflik global menjadi kekuatan penting dalam percaturan internasional.
“Posisi Indonesia sangat cantik. Hubungan kita baik dengan Amerika, baik dengan Cina dan dengan Timur Tengah. Politik inilah yang membuat Indonesia diperhitungkan,” jelasnya.
Menag menambahkan, Presiden RI Prabowo Subianto juga memiliki perhatian besar terhadap peran Indonesia dalam isu global dunia Islam, termasuk melalui berbagai forum internasional dan pernyataan strategis di tingkat dunia.
“Kementerian Agama ikut memberi muatan pemikiran dalam pernyataan Presiden di forum internasional. Ini menjadi bukti bahwa Kemenag punya peran penting dalam diplomasi peradaban,” tandasnya. (*/tim)
