Belum selesai sepenuhnya pemulangan jemaah haji 2025, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi langsung menyalakan mesin persiapan haji 2026. Komitmen itu diperkuat dengan sinergi kuat bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi yang diapresiasi sebagai kunci sukses mengatasi berbagai dinamika lapangan sepanjang puncak operasional haji tahun ini.
Hal ini terungkap dalam kunjungan Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Abdul Fattah Mashat, ke kantor PPIH Daker Makkah, Sabtu (28/6/2025). Ia didampingi Asisten Deputi Bidang Operasional Haji, Dr. Eyad Rahbini, dan Koordinator Kantor Urusan Haji, Dr. Badr al-Sulami.
“Meski fase akhir haji 2025 masih berlangsung, Kementerian Haji telah memulai langkah awal persiapan Haji 1447 H/2026 M,” tegas Dr. Badr al-Sulami di hadapan jajaran PPIH Arab Saudi.
Ia menjelaskan, pekan depan, kelompok kerja lintas sektor akan mulai bekerja membahas kebijakan teknis serta menyusun timeline operasional yang wajib dipatuhi oleh seluruh pemangku kepentingan. Langkah ini ditujukan agar potensi kendala bisa diantisipasi sejak dini dan pelayanan kepada jemaah haji tahun depan bisa lebih sempurna.
Adapun timeline awal penyelenggaraan haji 2026 telah disampaikan secara resmi pada 12 Zulhijjah 1446 H (8 Juni 2025) saat malam penutupan haji yang dihadiri para Amirul Hajj dan delegasi internasional.
Informasi resmi terkait jumlah kuota haji baru akan disampaikan pada 15 Muharram 1447 H atau bertepatan dengan 10 Juli 2026.
Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi memberikan apresiasi mendalam terhadap kerja sama intensif dengan PPIH Arab Saudi.
“Kami mengapresiasi sinergi erat antara PPIH dan Kementerian Haji dalam merespons berbagai tantangan lapangan, terutama saat puncak operasional,” ujar Dr. Eyad Rahbini.
Eyad juga menekankan pentingnya menjadikan pengalaman tahun ini sebagai pelajaran untuk evaluasi dan perbaikan.
Kementerian Haji Arab Saudi menunjukkan bahwa keberhasilan bukanlah titik akhir, melainkan awal dari upaya lebih besar. Sinergi lintas negara, kedisiplinan dalam timeline, serta evaluasi berkelanjutan menjadi kunci menghadirkan penyelenggaraan haji yang semakin berkualitas.
Bagi Indonesia, kabar ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pelayanan terhadap jemaah akan terus diperjuangkan dan ditingkatkan. Sebab setiap jemaah adalah tamu Allah yang berhak mendapat layanan terbaik dari para pelayan-Nya. (afifun nidlom)
