Kemewahan dan Akar Tersebarnya Kemaksiatan Sosial

Kemewahan dan Akar Tersebarnya Kemaksiatan Sosial

*) Oleh: Dr. Slamet Muliono Redjosari

Semua dakwah rasul selalu menghadapi kekuatan besar, sebagai penghalang dakwah, yang di-backup oleh orang-orang yang berkehidupan mewah. Kekayaan yang melimpah bukan dipergunakan untuk menebarkan kebaikan, tetapi justru menghalangi dakwah.

Mereka yang hidup dalam kemewahan merasa terancam dengan kehadiran para penyeru kebaikan. Perkataan kesombongan dan kasar pun dilontarkan untuk menghadapi utusan Allah yang berpembawaan rendah-hati dan lemah lembut.

Apa yang dilakukan oleh Al-Walid ibnu Al-Mughirah merupakan contoh buruk manusia yang hidup dalam kemewahan, namun kekayaannya dipergunakan untuk menghalangi dakwah.

Kemewahan: Sombong dan Kasar

Manusia yang hidup dalam kemewahan memiliki sifat yang buruk. Kekayaan yang dimilikinya melahirkan karakter yang sombong dan kasar.

Karakter buruk itu membuatnya mudah berbuat kejahatan sehingga tersebar kemaksiatan. Sebagai orang yang bergaya hidup mewah, tidak ada pihak mana pun yang mamp mencegahnya.

Apa yang melekat pada Al Walid ibnu Al-Mughirah bisa dijadikan contoh pada yang memusuhi dakwah.

Kekayaan yang dimilikinya membuatnya sombong, sehingga membuat pihak lain salah dan harus dilawan. Al-Qur’an memotret karakter buruk itu sebagaimana dipaparkan Al-Qur’an sebagai berikut :

عُتُلِّ ۭ بَعۡدَ ذَٰلِكَ زَنِيمٍ

“Yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya,” (QS. Al-Qalam: 13)

Kaku dan kasar merupakan salah satu sifat buruk. Sifat buruk lainnya adalah banyak mencela, menghambukan fitnah, enggan berbuat baik dan melampaui batas.

Kenapa hal ini terjadi As-Sa’di menyatakan bahwa dia memiliki kekayaan yang amat banyak.

Saat musim haji dia yang menjamu seluruh jamaah haji secara gratis, dan tidak boleh ada para pihak yang memasak.

Namun setelah haji, dia kembali pelit. Kedermawanan saat haji itu karena sifat ingin dipuji (riya’) dan pingin popularitas (sum’ah). Bahkan dia memiliki sifat yang melampaui batas dan menjadi tokoh yang terkenal kemaksiatan.

Semua disebabkan oleh kepemilikan harta melimpah serta anak yang banyak. Hal inilah yang membuatnya memiliki sifaat yang buruk. Hal ini sebagaimana dinarasikan Al-Qur’an berikut :

أَن كَانَ ذَا مَالٖ وَبَنِينَ

“Karena dia mempunyai (banyak) harta dan anak.” (QS. Al-Qalam: 14)

Dua faktor inilah yang menjadi akar kejahatan yang dia lakukan. Dengan harta yang melimpah ini maka dia menghadang dakwah nabi.

Al-Walid inilah yang mendatangi nabi agar menghentikan dakwah dengan menawari harta, kedudukan, wanita, serta tabib. Namun tak nabi Muhammad tak goyah dan tetap berdakwah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *