Kesabaran Nabi Mendampingi Kaum Dhuafa

www.majelistabligh.id -

*)Oleh: Dr. Slamet Muliono Redjosari

Allah menguatkan hati nabi untuk hidup membersamai para sahabat yang hidup serba terbatas. Mereka tidak memiliki pekerjaan yang mapan dan tempat tinggal permanen. Keimanan mereka tak diragukan dan menjadi pengikut setia Islam.

Oleh karena kehidupan yang sederhana dan apa adanya, menjadi bahan ejekan orang-orang yang menolak Islam. Selain dihinakan miskin, mereka diidentikkan dengan kebodohan dan tidak menggunakan akal sehatnya, sehingga menerima apa saja yang disampaikan oleh Nabi Muhammad.

Namun kehidupan mereka yang pas-pasan ini, menerima sangat mencintai Islam dan rela berbuat maksimal untuk kepentingan tegaknya Islam. Oleh karenanya, Nabi Muhammad diminta untuk bersabar mendampingi para dhuafa dari kalangan sahabatnya.

Perintah Sabar

Allah mendorong nabi untuk menguatkan dirinya hidup bersama dengan para sahabat. Mereka hidup serba kekurangan. Tidak sedikit di antara mereka para budak, hidupnya bergantung pada tuannya yang masih kafir. Orang seperti Bilal bin Rabbah merupakan contoh seorang budak yang teguh dengan Islamnya, hingga rela meneguhkan hatinya untuk bertauhid dan kokoh mengikuti Islam

Oleh karena hidupnya yang serba pas-pasan, mereka menjadi sasaran hinaan dan cemoohan orang-orang kafir. Dihinakan, karena hidupnya yang pas-pasan, juga aktivitasnya hanya di masjid untuk mengagungkan Allah dan mmpelajari ajaran yang yang disampaikan nabi. Al-Qur’an mengabadikan keteguhan mereka dan meminta kepada rasul-Nya untuk bersabar mendampinginya. Hal ini ditegaskan Allah dengan firman-Nya :

فَٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ قَبۡلَ طُلُوعِ ٱلشَّمۡسِ وَقَبۡلَ غُرُوبِهَا ۖ وَمِنۡ ءَانَآيِٕ ٱلَّيۡلِ فَسَبِّحۡ وَأَطۡرَافَ ٱلنَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرۡضَىٰ

Artinya:

Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan dan bertasbihlah dengan memuji Tuhan-mu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu pada malam hari dan pada waktu-waktu pada siang hari supaya kamu merasa senang. (QS. Ţāhā : 130)

Sabar mendampingi orang yang dipandang rendah, jelas bukan perkara mudah. Nabi harus membela orang-orang yang senantiasa diejek sebagai orang miskin. Apalagi orang kafir yang hidup mapan terus melakukan intimidasi dan menghinakan ajaran Allah.

Tentu hal ini membutuhkan kesabaran. Penghinaan ini jelas menyakitkan dan bisa jadi membuat orang yang imannya lemah, akan kendor. Allah mengabadikan kalimat buruk yang muncul dari mulut para penentang kebenaran, sebagaimana firman-Nya :

وَكَذَٰلِكَ فَتَنَّا بَعۡضَهُم بِبَعۡضٖ لِّيَقُولُوٓاْ أَهَٰٓؤُلَآءِ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَيۡهِم مِّنۢ بَيۡنِنَآ ۗ أَلَيۡسَ ٱللَّهُ بِأَعۡلَمَ بِٱلشَّٰكِرِينَ

Artinya:

Dan demikianlah telah Kami uji sebagian mereka (orang-orang kaya) dengan sebagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata, “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah Allah kepada mereka?” (Allah berfirman), “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?” (QS. Al-‘An`ām : 53)

Orang-orang yang sombong dengan kekayaannya sangat menghinakan para sabahat nabi yang memang hidup miskin. Oleh karenanya, Allah pun memerintahkan nabi untuk sabar dan tidak mengusir mereka yang hidup miskin, atau tergoda dengan orang yang lebih mapan hidupnya. Hal ini ditegaskan Allah sebagaimana firman-Nya :

وَلَا تَطۡرُدِ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ رَبَّهُم بِٱلۡغَدَوٰةِ وَٱلۡعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجۡهَهُۥ ۖ مَا عَلَيۡكَ مِنۡ حِسَابِهِم مِّن شَيۡءٖ وَمَا مِنۡ حِسَابِكَ عَلَيۡهِم مِّن شَيۡءٖ فَتَطۡرُدَهُمۡ فَتَكُونَ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

Artinya:

Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhan-nya di pagi dan di petang hari, sedang mereka menghendaki keridaan-Nya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka dan mereka pun tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim. (QS. Al-‘An`ām : 52)

Godaan Kekayaan

Sebagai utusan, tidak mudah bagi nabi untuk terus bersabar karena mendampingi para sahabatnya yang hidup miskin, dan ingin dekat dengannya untuk terus mengagungkan Allah. Di sisi lain, godaan dari orang-orang kaya yang terus mendekati nabi untuk mengusir para sahabatnya yang miskin.

Orang-orang kafir hidup mapan dan bermegah-megah terus menerus mendekati Nabi Muhammad untuk mengusir dan meninggalkan para sahabatnya yang tidak bisa diharapkan finansialnya. Nabi pun digoda dan diiming-iming kekayaan dunia.

Bahkan Al-Walid ibnul Mughirah menawarkan uang, jabatan, wanita untuk menghentikan dakwah. Namun nabi tidak menghiraukan dan terus berdakwah. Allah pun menguatkan hati nabi agar tidak tergoda dengan bujuk rayu duniawi. Hal ini ditegaskan Al-Qur’an sebagaimana firman-Nya :

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيۡنَيۡكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعۡنَا بِهِۦٓ أَزۡوَٰجٗا مِّنۡهُمۡ زَهۡرَةَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا لِنَفۡتِنَهُمۡ فِيهِ ۚ وَرِزۡقُ رَبِّكَ خَيۡرٞ وَأَبۡقَىٰ

Artinya:

Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal. (QS. Ţāhā : 131)

Tidak mudah bagi manusia tergoda oleh kemilau dunia. Kalau tidak diperkuat hatinya oleh Allah, tentu akan terjerumus untuk ikut terlibat dalam menikmati kenikmatan dunia. Betapa banyak para pejuang yang luntur karena godaan dan iming-iming duniawi. Bahkan agamanya dijual dan ditukar dengan kekuasaan dan kekayaan dalam menikmati dunia. Tidak mudah bagi manusia bersabar dengan hidup sederhana sementara tawaran untuk hidup mewah dengan berbagai fasilitas yang nyaman.

Nabi sudah membuktikan kesabarannya, sabar mendampingi para sahabatnya yang sangat dhuafa, dan tidak mengusirnya di tengah tawaran uang, wanita, dan kekuasaan yang diiming-iming oleh para penolak kebenaran. Para penolak kebenaran rela mengeluarkan harta dan menawarkan jabatan guna menghentikan dakwah nabi, namun nabi tetap kokoh dan tergoda hingga rela hidup mendampingi para sahabatnya untuk mengagungkan Allah.

Surabaya, 3 Januari 2025

Untuk mendapatkan update cepat silakan berlangganan di Google News

Tinggalkan Balasan

Search