Saat kapal Royal Mail Ship (RMS) Titanic diluncurkan, waga dunia berdecak kagum. Ada kapal yang maha besar, teknologi tinggi, dan diyakini sebagai kapal yang “tidak bisa tenggelam.” Sebab kapal ini dibangun dengan kompartemen kedap air, sehingga air tidak masuk ke dalam kompartemen.
Titanic berlabuh perdana pada 10 April 1912 dengan nakhoda Edward J. Smith. Kapal dengan panjang 270 meter, lebar 28 meter, dan berat 46.329 ton itu berlabuh dari Southampton, Inggris ke New York, Amerika Serikat.
Kesombongan dan tinggi hati atas kemutakhiran teknologi kapal ini, membuat awak kapal lengah. Peringatan berkali-kali dari otoritas pelabuhan bahwa di jalur pelayarannya ada gunung es, tidak diindahkan oleh kru kapal. Sebab klaim “kapal tak bisa tenggelam” menjadikanya terlalu percaya diri.
Akhirnya Titanic benar-benar menabrak gunung es, dan pada 15 April 1912, kapal Titanic tenggelam di Samudera Atlantik. Diperkirakan sekira 1.500 awak dan penumpang kapal tewas. Kapal yang dibangun bertahun-tahun itu tenggelam hanya empat hari melakukan pelayaran.
Tragedi Pesawat Ulang-Alik Challenger
Tragedi juga terjadi pada pesawat ulang alik Challenger. Pesawat itu meledak hanya beberapa detik usai diluncurkan dari Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida, 28 Januari 1986. Challenger meledak di udara dan menewaskan seluruh awak pesawat yang sedang membawa misi penelitian di ruang angkasa.
Peluncuran yang disiarkan secara langsung melalui pesawat televisi di hampir seluruh dunia itu, membuat jutaan warga tersentak. Sebuah pesawat ulang alik ruang angkasa yang dibangun dengan teknologi super maju, meledak dan menyisahkan puing-puing kecil.
Penyebab langsung bencana tersebut adalah kegagalan segel cincin-O (O-ring) pada salah satu Pendorong Roket Padat (Solid Rocket Booster/SRB) karena suhu dingin yang belum pernah terjadi sebelumnya saat peluncuran. Tetapi yang lebih penting adalah akibat kesombongan atau keangkuhan manajerial, demi citra publik.
Akibat Kesombongan
Dalam hubungan antar sesama manusia, kesombongan juga sering terjadi bahkan setiap hari terjadi. Kesombongan seperti ini jika terus dipertahankan akan melahirkan sikap angkuh. Sombong dan angkuh adalah sifat yang sangat berbahaya dan membinasakan.
Seperti yang terjadi pada Kapal Titanic dan Pesawat Ulang Alik Challenger. Sehebat apapun teknologinya, akan hancur jika dilandasi oleh rasa sombong.
Luqman al-Hakim memberi nasihat kepada anak-anaknya. “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Luqman ayat 18).
Ancaman bagi mereka yang sombong tidaklah main-main. Allah SWT akan memasukkan mereka ke dalam neraka jahannam selama-lamanya. “Masuklah kamu ke pintu-pintu Neraka Jahanam, sedangkan kamu kekal di dalamnya. Maka, itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong.” (QS Ghafir ayat 76). (*)
