Ketakwaan Hadirkan Kemudahan Hidup dan Kebahagiaan Abadi

Ketua Umum Pimpinan Pusat ’Aisyiyah, Salmah Orbayinah.
www.majelistabligh.id -

Ramadan yang telah berlalu meninggalkan pelajaran penting bagi umat Islam untuk terus meningkatkan kualitas diri dan ketakwaan kepada Allah Swt. Ketakwaan bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga menghadirkan berbagai kebaikan di dunia maupun di akhirat.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat ’Aisyiyah, Salmah Orbayinah dalam acara Halalbihalal Keluarga Besar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (28/3).

Salmah mengawali penjelasannya dengan mengutip Surah At-Talaq ayat 2–3 yang dikenal sebagai “ayat seribu dinar”. Ayat tersebut menegaskan bahwa orang yang bertakwa akan diberi jalan keluar dari setiap persoalan serta rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Menurutnya, terdapat lima kebaikan yang Allah janjikan di dunia bagi orang bertakwa. Pertama, diberikan jalan keluar dari berbagai kesulitan hidup. Kedua, dimudahkan dalam memperoleh rezeki dari berbagai arah. Ketiga, diberi kecukupan dalam hidup melalui tawakal kepada Allah.

Selanjutnya, keempat adalah dikaruniai furqan, yaitu kemampuan membedakan antara yang benar dan yang salah serta mengambil keputusan secara tepat, sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Anfal ayat 29.

“Furqan itu kemampuan untuk membedakan antara yang haq dan yang batil, serta mengambil keputusan secara tepat,” jelasnya.

Adapun kebaikan kelima adalah mendapatkan perlindungan serta kedekatan dengan Allah Swt, yang akan memudahkan manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Selain di dunia, Allah juga menjanjikan kebaikan di akhirat bagi orang yang bertakwa. Salmah menyebutkan tiga di antaranya, yaitu diampuni dosa-dosanya, dilipatgandakan pahala kebaikannya, serta diberikan tempat terbaik di sisi Allah berupa surga.

“Ketakwaan adalah kunci untuk meraih kebahagiaan, tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat,” ungkapnya.

Menutup pemaparannya, Salmah mengajak umat Islam menjadikan Ramadan sebagai momentum refleksi untuk terus menjaga dan meningkatkan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, ketakwaan tidak berhenti setelah Ramadan, melainkan harus terus diimplementasikan sepanjang waktu.

“Ramadan semestinya meningkatkan derajat kita menjadi orang-orang bertakwa, sehingga kita dapat meraih kebaikan di dunia dan akhirat,” pungkasnya. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search