Ada satu hal penting yang pelan-pelan dipelajari seorang istri. Bahwa tidak semua hal harus ia genggam sendiri. Ia belajar menitipkan suaminya kepada Allah, bukan karena pasrah tanpa usaha, tapi karena sadar, ada penjagaan yang tak mampu dilakukan manusia.
Karena itu ia lebih sibuk berdoa daripada curiga, lebih memilih menguatkan iman daripada mengawasi berlebihan. Ia memohon agar Allah menjaga hati suaminya, pandangannya, langkahnya, dan imannya.
Bukan berarti ia menutup mata dari realita. Bukan pula pura-pura tidak peduli. Namun ia tahu cinta yang dewasa tidak lahir dari ketakutan kehilangan, melainkan dari kepercayaan kepada Allah.
Ia menikah dengan bekal belajar, menguatkan mental dan terus memperbaiki iman. Sebab pernikahan bukan tentang mengendalikan pasangan, melainkan tentang sama-sama kembali kepada Allah.
Ia melakukan bagiannya sebagai istri dengan lembut dan sadar diri. Sisanya ia serahkan kepada Allah Yang Maha Menjaga.
Semoga bermanfaat.
