Ketika Malaikat Berkumpul di Waktu Fajar

Ketika Malaikat Berkumpul di Waktu Fajar
*) Oleh : Ferry Is Mirza DM
Jurnalis Senior dan Aktivis Muhammadiyah
www.majelistabligh.id -

Salat adalah tiang agama dan amalan pertama yang akan dihisab di hari kiamat. Banyak sekali keutamaan dan pahala yang dijanjikan Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi hamba-hamba-Nya yang menjaga salat tepat waktu, apalagi dikerjakan secara berjamaah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Subuh. Sesungguhnya salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS. Al-Isra’: 78)

Keutamaan salat subuh dan ashar (disebut shalat bardain) begitu besar:

“Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain yaitu salat subuh dan ashar, maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari no. 574; Muslim no. 635)

Bahkan Rasulullah saw menegaskan:

“Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari (shalat Subuh) dan salat sebelum tenggelamnya matahari (salat ashar).” (HR. Muslim no. 634)

Salat subuh juga menjadi tanda perlindungan Allah:

“Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah…” (HR. Muslim no. 163)

Salat isya dan subuh berjamaah memiliki pahala luar biasa:

“Barangsiapa yang salat Isya’ berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separo malam. Dan barangsiapa yang salat Subuh berjamaah maka seolah-olah dia telah salat sepanjang malam.” (HR. Muslim no. 656)

Tidak hanya itu, malaikat siang dan malam berkumpul pada waktu subuh:

“Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada salat Fajar (Subuh).” (HR. Bukhari no. 137; Muslim no. 632)

“Peliharalah semua salat(mu), dan (peliharalah) salat wustha. Berdirilah untuk Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk.” (QS. Al-Baqarah: 238)

“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) mereka yang khusyuk dalam salatnya.” (QS. Al-Mu’minun: 1-2)

Menjaga salat, khususnya Subuh dan Ashar, bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan sebuah jalan keselamatan yang dijanjikan Allah.

Di waktu-waktu itulah manusia diuji: meninggalkan kenyamanan tidur demi salat Subuh, atau menghentikan kesibukan dunia demi salat Ashar.

Siapa yang mampu istiqamah, maka Allah menyiapkan surga sebagai balasan, serta perlindungan yang tak tertandingi di dunia dan akhirat.

Karenanya, janganlah kita meremehkan dua salat ini. Jadikan Subuh dan Ashar sebagai titik awal dan titik akhir hari yang penuh berkah.

Dengan menjaga keduanya, kita bukan hanya mendapat pahala luar biasa, tetapi juga berada dalam jaminan Allah, sebuah anugerah yang seharusnya membuat kita selalu bersyukur dan semakin mendekat kepada-Nya. (*)

Tinggalkan Balasan

Search