*)Oleh: Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
Kisah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati dua kuburan, khususnya ketika penghuninya sedang disiksa, diriwayatkan dalam hadis. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar suara siksa kubur dan mengetahui penyebabnya, yaitu karena tidak menjaga kebersihan dari air kencing dan suka mengadu domba.
Nabi kemudian meletakkan pelepah kurma basah di atas kuburan tersebut sebagai syafaat, dengan harapan siksa kubur mereka diringankan selama pelepah itu masih basah. (Muttafaq ‘alaih)
Nabi menjelaskan bahwa siksa tersebut bukan karena dosa besar, melainkan karena salah satu dari mereka tidak menjaga kebersihan dari air kencing, dan yang lainnya suka mengadu domba. Nabi kemudian mengambil pelepah kurma basah, membelahnya menjadi 2, dan menancapkannya di atas masing-masing kuburan. Beliau berharap siksa mereka diringankan selama pelepah itu masih basah.
Pentingnya menjaga kebersihan diri, terutama dari air kencing, untuk menghindari siksa kubur. Bahaya mengadu domba yang dapat menyebabkan siksa kubur. Kisah ini menunjukkan keistimewaan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diberikan kemampuan untuk mendengar dan mengetahui siksa kubur. Syafaat Nabi dapat meringankan siksa bagi ahli kubur.
Penting untuk diingati, kisah ini menunjukkan bahwa siksa kubur bisa terjadi, bahkan karena hal-hal yang mungkin dianggap kecil. Kejadian ini juga menekankan pentingnya doa dan syafaat untuk meringankan siksa kubur, terutama dari orang-orang saleh. Meskipun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan pelepah kurma, hal ini bukan berarti menanam tanaman di atas kuburan adalah sunnah yang berlaku umum. Ulama berbeda pendapat tentang hal ini, sebagian menganggapnya khusus untuk Nabi.
Wallahu a’lam bishshawab. (*)
