*)Oleh: Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
Tanda kiamat yang disebut Rasulullah, orang bodoh dan jahat jadi pemimpin.
Bagi umat IsIam, kiamat adalah keniscayaan dan harus diyakini, karena merupakan salah satu rukun iman. Namun, tak ada satu makhluk pun yang bisa mengetahui secara pasti kapan waktu terjadinya hari akhir dunia ini.
Namun, Allah juga telah memberi petunjuk mengenai tanda-tanda kiamat, melalui firman-Nya, maupun melalui Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Cukup banyak tanda kiamat yang diungkapkan Rasulullah dalam hadis-hadisnya, salah satunya, bahwa di antara tanda-tanda kiamat adalah diserahkannya tampuk kepemimpinan kepada orang-orang bodoh, yang tidak mau mengambil petunjuk dari Al Qur’an dan Sunnah, serta tidak mau menerima nasihat.
Kondisi pemimpin ini sangat memprihatinkan. Bodoh dan tak mau menerima nasihat.
Dalam riwayat lain, Rasulullah juga menyebutkan hari kiamat akan tiba saat orang jahat diangkat dan orang baik disingkirkan.
Sementara, baik buruknya masyarakat ditentukan oleh para pemimpinnya. Jika pemimpinnya baik, masyarakat pun akan menjadi baik. Namun, bila pemimpinnya rusak, maka masyarakat pun akan rusak.
Rasulullah pernah bersabda kepada Ka’ab ibn ‘Ajrah:
“Semoga Allah melindunginya dari kepemimpinan orang bodoh, wahai Ka’ab.”… Ka’ab lantas bertanya, ” Apakah yang dimaksud kepemimpinan orang-orang bodoh, wahai Rasulullah?” Nabi menjawab, “Sepeninggalku nanti, akan muncul para pemimpin yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak pula mengambil sunnah-sunnahku”,… ” Barangsiapa membenarkan kedustaan mereka serta mendukung kedzaliman mereka, maka mereka itu bukan termasuk golonganku dan aku pun bukan bagian dari mereka”
… “Mereka tidak akan dapat mendekati telagaku. Barangsiapa tidak membenarkan kedustaan mereka dan tidak mendukung kedzaliman mereka, maka mereka termasuk golonganku dan aku pun merupakan bagian dari mereka, dan mereka akan mendapatkan bagian dari telagaku.” (HR Ahmad dan Al-Bazzar)
Adapun yang dimaksud dengan orang-orang bodoh di sini adalah orang yang kemampuan berpikirnya lemah, dan tak bisa memimpin. Jangankan mengatur orang lain, mengatur dirinya sendiri saja tak bisa. Apabila para penguasa, pemimpin, dan pejabat publik seperti ini, masyarakat pun akan rusak.
Pembohong dianggap benar, orang jujur dianggap pendusta, pengkhianat dipercaya, orang yang bisa dipercaya malah dianggap pengkhianat, orang bodoh akan berbicara, dan orang pintar diam saja.
Orang baik disingkirkan, orang jahat diangkat.
Asy-Sya’bi berkata, “Hari kiamat belum akan terjadi sampai ilmu dianggap kebodohan dan kebodohan dianggap sebagai ilmu”, semua ini adalah kenyataan yang akan terjadi pada akhir zaman.
Abdullah ibn Amr radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tanda-tanda Hari Kiamat adalah disingkirkannya orang-orang baik dan diangkatnya orang-orang jahat.” (HR al-Hakim dalam al-Mustadrak)
Wallahu a’lam bishshawab. (*)
