Dalam sebuah hadis, Rasulullah saw telah menyampaikan generasi terburuk sebagai berikut:
سَيَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ هِمَّتُهُمْ بُطُوْنُهُمْ وَشَرَفُهُمْ مَتَاعُهُمْ وَقِبْلَتُهُمْ نِسَاؤُهُمْ وَدِيْنُهُمْ دَارَهِمُهُمْ وَدَنَانِيْرُهُمْ اُوْلئِكَ شَرُّ الْخَلْقِ لاَخَلاَقَ لَهُمْ عِنْدَ الله في الأخرة
“Akan tiba suatu zaman atas manusia di mana perhatian (obsesi) mereka hanya tertuju pada urusan perut dan kehormatan mereka hanya pada kekayaan (benda) semata, kiblat mereka hanya urusan wanita (seks) dan agama mereka adalah uang (harta, emas dan perak). Mereka adalah makhluk Allah SWT yang terburuk dan tidak akan memperoleh bagian di sisi Allah SWT di akhirat kelak.” (HR. Ad-Dailami)
Dalam hadis tersebut, terdapat empat ciri-ciri generasi terburuk, yaitu lebih mementingan perut, kemuliaan hanya diukur dari kepemilikan materi, suka mengagungkan syahwat, dan selalu mementingkan harta.
1. Mementingkan Perut
Salah satu keinginan manusia dalam hidup adalah memiliki perut yang kenyang dengan berbagai jenis makanan. Namun, yang membahayakan adalah jika segala sesuatu dilakukan untuk kepentingan perut.
Fenomena itulah yang kini banyak terjadi pada masyarakat kita. Mementingkan perut berarti seseorang ingin memperoleh kekayaan dengan menghalalkan segala cara.
Bahkan meskipun seseorang sudah mendapatkan rezeki yang secara halal, hal itu akan dimanfaatkan untuk kepentingan diri dan keluarganya saja sehingga tidak peduli dengan kekurangan yang dialami orang lain.
Akibat lain yang sangat berbahaya dari mementingkan perut adalah seseorang menjadi takut lapar, kuatir tidak mendapatkan rizeki sehingga membuatnya takut menanggung risiko dalam menjalani kehidupan secara benar.
Tak heran, orang yang selalu mementingan urusan perut menjadi manusia yang melakukan sesuatu jika menguntungan dirinya secara materi.
Dia tidak mau mengerjakan sesuatu ketika sesuatu itu mengakibatkan kesulitan dalam hidupnya, apalagi jika sampai mengakibatkan perutnya menjadi lapar.
2. Memuliakan Perhiasan
Dalam hidup ini, manusia menghiasai dirinya dengan berbagai perhiasan hidup seperti rumah, kendaraan, pakaian, emas permata, dan lain sebagainya.
Semua itu sering kali dijadikan ukuran bagi kemuliaan seseorang, padahal benda-benda itu hanya aksesoriis belaka.
Nah, generasi terburuk menjadikan perhiasan hidup sebagai tolok ukur kemuliaan seseorang, sementara kemuliaan seseorang di mata Allah akan diukur seberapa besar ketakwaannya.
3. Menuruti Syahwat
Allah SWT berfirman:
وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً
“Dan janganlah kamu mendekati zina, (zina) itu sungguh suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra ayat 32)
Pemenuhan syahwat, termasuk seorang suami ketika ketakutan kepada istri membuat suami tidak berani meluruskan jalan hidup, dan sebaliknya.
4. Gila Harta
Dalam Islam, harta merupakan sesuatu yang boleh dicari dan dimiliki. Namun, semua itu harus dalam kendali manusia, bukan justru manusia yang dikendalikan harta.
Banyak orang menjadikan harta seolah sebagai sesuatu baru sehingga melalaikan mereka. Allah telah mengingatkan,
Dari gambaran hadits tersebut telah terasa bahwa ciri-ciri generasi terburuk sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah saw, itu tercermin pada generasi sekarang.
Maka, menjadi kewajiban kita untuk memperbaiki generasi mendatang agar kehidupan masa depan dapat kita songsong dengan keyakinan dan optimisme sesuai tuntunan syariat Islam. (*)
