Suatu hari di Madinah, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, menyampaikan kabar agung kepada para sahabat:
“Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan penuh keberkahan, Allah mewajibkan atas kalian berpuasa di dalamnya…” (HR Ahmad dan An-Nasa’i)
Beliau melanjutkan:
“Di bulan ini dibukakan pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dan satu pesan yang mengguncang hati:
“Di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa terhalang darinya, sungguh ia terhalang dari kebaikan yang besar.” (HR Ahmad, Ibnu Majah, An-Nasa’i)
Para sahabat tidak bersorak. Mereka menunduk, karena tahu Ramadan bukan sekedar menahan lapar, tetapi ujian kejujuran iman dan kesempatan meraih ampunan.
Mereka menyambutnya dengan taubat, memperbaiki salat, menguatkan hubungan dengan Al Qur’an, dan membersihkan hati. Rasulullah sendiri menjadi manusia paling dermawan dan paling bersungguh-sungguh dalam ibadah di bulan itu.
Lalu datang peringatan yang tajam: “Celakalah seseorang yang mendapati Ramadan, lalu berlalu tanpa mendapatkan ampunan.” (HR Tirmidzi)
Semoga bermanfaat
