Orang yang berilmu akan takut kepada Allah, mengakui keesaan-Nya, serta membenarkan segala sesuatu yang datang dari-Nya.
Bagi mereka disediakan pahala yang besar, dan Allah meninggikan derajatnya, baik di sisi-Nya maupun di hadapan manusia.
Salah satu keutamaannya adalah menjadi tempat bertanya dan rujukan bagi umat.
Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman:
“Dan demikian (pula) di antara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa, dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para ulama. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Pengampun.” (QS. Fāṭir [35]: 28)
Allah SWT juga berfirman:
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujādilah [58]: 11)
Rasulullah saw bersabda:
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)
Nasihat Imam al-Ghazali:
Yang singkat itu waktu. Yang menipu itu dunia. Yang dekat itu kematian. Yang besar itu hawa nafsu. Yang berat itu amanah. Yang sulit itu ikhlas. Yang mudah itu berbuat dosa. Yang susah itu sabar. Yang sering terlupa itu bersyukur.
Yang membakar amal itu ghibah. Yang mendorong ke neraka itu lidah. Yang berharga itu iman. Yang menenteramkan hati itu sahabat baik. Yang ditunggu Allah Ta’ālā itu tobat.
Doa:
Yā Allāh, Yā Rabb, Yā Raḥmān, Yā Raḥīm, ampuni segala salah dan dosa kami. Jadikanlah kami hamba-Mu yang istiqamah dalam menjalankan perintah-Mu dan menjauhi larangan-Mu.
Tetapkanlah kami sebagai hamba yang tetap beriman, berislam, sehat, serta selalu berada dalam limpahan hidayah, rahmat, dan lindungan-Mu di dunia dan di akhirat.
Yā Allāh, berilah kami ilmu yang bermanfaat, rezeki yang berkah, dan amalan yang Engkau terima.
Yā Allāh, terimalah dan kabulkanlah doa-doa kami.
“Rabbana ātinā fi-d-dunyā ḥasanah wa fi-l-ākhirati ḥasanah wa qinā ‘adzāban-nār.”
Aamiin Yā Rabbal ‘Ālamīn. (*)
