KH. Nadjih Ihsan Tekankan Pentingnya Beragama yang Tidak Sekadar Ngono-Ngono Kui Wae

www.majelistabligh.id -

KH. Nadjih Ihsan, mubaligh senior Muhammadiyah, menyampaikan pentingnya meneguhkan dakwah berkemakmuran untuk semua. Menurut dia, dalam pandangan Muhammadiyah, Islam bukan sekadar agama yang hanya menitikberatkan pada ibadah ritual seperti salat, puasa, dan haji, tetapi juga merupakan ajaran yang mendorong umatnya untuk maju dan berkembang.

“Seperti disampaikan KH. Ahmad Dahlan, beragama itu bukan yang ngono-ngono kui wae,” kata Kiai Nadjih dalam acara kuliah subuh di sela Rapat Kerja Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur yang digelar di Hotel Metro Park View, Semarang, pada Sabtu (8/2/2025).

Dalam konteks pemikiran KH. Ahmad Dahlan, beliau menegaskan bahwa Islam tidak boleh dipahami secara dangkal, sekadar rutinitas, atau hanya sebatas formalitas ibadah tanpa esensi yang lebih mendalam.

KH. Ahmad Dahlan mengajarkan bahwa Islam adalah agama yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar dihafal atau diikuti secara ritualistik tanpa pemahaman mendalam. Ada beberapa poin utama dalam pemahaman ini:

“Muhammadiyah sejak awal didirikan memiliki semangat tajdid (pembaruan), yakni membersihkan Islam dari hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan sunah serta mendorong umat untuk berpikir maju dalam berbagai aspek kehidupan,” jelas Kiai Nadjih.

Dalam pembaruan Islam, Muhammadiyah mendorong umat untuk memahami agama dengan ilmu, bukan sekadar mengikuti tradisi yang diwariskan tanpa dalil yang jelas. Oleh karena itu, Ahmad Dahlan mendirikan sekolah-sekolah modern yang mengajarkan ilmu agama sekaligus ilmu umum.

Kiai Nadjih juga mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an yang menyatakan bahwa berdakwah merupakan kegiatan paling mulia:

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata, ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?'” (QS. Fuşşilat: 33).

Konsep Islam Berkemajuan yang diusung Muhammadiyah menekankan bahwa dengan menjalankan ajaran Islam secara komprehensif, manusia akan terdorong untuk melakukan berbagai kebaikan.

“Dengan demikian, masyarakat akan menjadi lebih dinamis dan nilai-nilai kebaikan akan tersebar luas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kiai Nadjih menanggapi argumen yang menyebut bahwa kemajuan suatu bangsa, seperti Tiongkok, tidak berkaitan dengan agama.

Menurutnya, pernyataan semacam ini berpotensi mendegradasi peran agama dalam membangun peradaban. Ia menekankan pentingnya Islam Wasathiyah sebagai solusi bagi kemajuan umat.

“Islam Wasathiyah bukan hanya sekadar konsep, tetapi perlu diwujudkan dalam bentuk konkret, seperti bagaimana tauhid, muamalah, dan syariat dapat menggerakkan masyarakat menuju kemajuan,” papar Kiai Nadjih.

Dalam era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), terang dia, dakwah memiliki relevansi yang sangat tinggi karena dunia saat ini mengalami perubahan yang cepat dan tak terduga.

Akibatnya, banyak nilai-nilai yang mengalami degradasi. Oleh karena itu, Kiai Nadjih mengajak umat Islam untuk semakin menguatkan iman dan tauhid yang benar agar masyarakat terdorong untuk melakukan kebaikan bagi agama dan sesama manusia.

Sebagai contoh nyata dari dakwah berkemakmuran, dia menyebutkan banyaknya kelompok kajian yang secara aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial. Beberapa di antaranya membagikan 300 buku secara gratis, menyediakan makanan bagi masyarakat yang membutuhkan, serta mengirim bantuan bagi korban bencana atau perang.

“Fenomena ini menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya sebatas penyampaian ilmu, tetapi juga aksi nyata yang memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat,” tandas Kiai Nadjih.

Kajian subuh ini mendapatkan respons positif dari para jamaah yang hadir. Banyak yang berharap bahwa konsep dakwah berkemakmuran ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.(slamet muliono)

Untuk mendapatkan update cepat silakan berlangganan di Google News

Tinggalkan Balasan

Search