Mentari pagi di Stadion Tujuh Belas Agustus, Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyambut derap semangat para atlet panahan dari berbagai penjuru negeri di ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VIII, akhir Juli 2025
Di antara riuh warna-warni bendera kontingen, berkibar gagah bendera Panahmu Sidoarjo, membawa cerita tentang perjuangan, kesungguhan, dan doa. Dialah Khaira Lidyasari, siswi SMP Muhammadiyah 5 (Mulia) Tulangan, Sidoarjo.
Gadis yang dikenal pendiam ini mendapat kehormatan mewakili Kabupaten Sidoarjo di ajang bergengsi Fornas VIII.
Bagi Khaira, panahan bukan sekadar olahraga. Ia adalah bagian dari pembentukan karakter, membiasakan fokus, melatih kesabaran, dan menjaga ketepatan.
Tak sekadar berpartisipasi, Khaira justru berhasil menorehkan tinta emas dalam sejarah perjalanannya, meraih medali Emas.
Bersaing ketat dengan atlet-atlet panahan dari seluruh Indonesia, Khaira tampil penuh fokus dan percaya diri. Hasilnya, ia berhasil meraih medali emas kategori beregu dan masuk dalam lima besar kategori perorangan.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa kerja keras, latihan yang konsisten, dan keyakinan pada pertolongan Allah akan berbuah manis.
Momen kemenangan itu pun menjadi kebanggaan tersendiri, bukan hanya bagi keluarga dan sekolah, tetapi juga bagi komunitas Panahmu Sidoarjo.
“Selamat dan terima kasih untuk ananda Khaira Lidyasari yang telah mengharumkan nama daerah dan membawa pulang emas. Barakallah untuk prestasi yang diraih,” ungkap Galih Karunia, salah satu pembina Panahmu.(*/tim)
