Khotbah Jumat: Tobat Kolektif sebagai Jalan Perbaikan Umat

*) Oleh : Ziyadul Muttaqin,
Alumni PUTM Yogyakarta dan Sekretaris MTT PDM Batang
www.majelistabligh.id -

إِنَّ اْلحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّئاَتِ أَعْمَالِناَ. مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضَلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَا دِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. الَّلهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلىَ نَبِيِّناَ مُحَمَّدٍ وَ عَلىَ اٰلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ. فَياَعِبَادَ اللهِ, أُصِيْكُمْ وَإَيّايَ بِتَقْوَى اللّهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ .فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Beberapa daerah Allah berikan ujian berupa musibah. Ada yang terkena banjir, longsor, jembatan rusak, rumah hancur, dan lain sebagainya.

Di sisi lain, kita juga menyaksikan di berbagai media komunikasi tentang sebagian pejabat yang berlaku sewenang-wenang dengan jabatannya.

Sebagai umat yang beriman, kita memandang semua musibah dan kejadian ini sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah sekaligus pengingat untuk memperbaiki diri dan segera bertobat.

Banjir dan longsor adalah pelajaran tentang bagaimana kita menjaga amanah lingkungan. Ketidakadilan para pemimpin adalah peringatan bagi kita agar berdoa, bersabar dan tetap berpegang pada nilai-nilai kejujuran dan kebenaran.

Adanya ujian yang Allah berikan mungkin sebagai pertanda bahwa Allah sayang dengan hambaNya sekaligus perintah secara tidak langsung untuk segera bertaubat dan segera memperbaiki diri. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31).

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Pentingnya taubat bukan hanya sebagai kewajiban individu, tetapi juga sebagai tanggung jawab kolektif sekaligus tobat kolektif bersama masyarakat.

Ketika kita melihat kondisi masyarakat yang penuh dengan masalah seperti kezaliman, kemiskinan dan hilangnya nilai-nilai moral, masalah lingkungan dan lain sebagainya, ini adalah cerminan dari dosa-dosa yang dilakukan bersama, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Tobat kolektif menjadi sebuah kesadaran bersama untuk kembali kepada Allah SWT, meninggalkan kemaksiatan dan berkomitmen memperbaiki diri serta lingkungan. Ada keseimbangan antara hablum minallah dan hablum minannnas.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ ٤١ ( الرّوم: 41)

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum:41)

Dengan tobat, masyarakat memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Artinya, tanggung jawab memperbaiki masyarakat adalah kewajiban kita semua.

Tidak bisa hanya mengandalkan segelintir orang, tidak bisa hanya mengandalkan kiai, ustaz ataupun para pemimpin saja, tetapi seluruh elemen masyarakat harus terlibat dan perlu bertaubat untuk perbaikan bersama.

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Di antara langkah yang perlu dilakukan dalam rangka tobat kolektif adalah:

1. Menyadari dosa kolektif, seperti kerusakan lingkungan, ketidakadilan maupun konflik antar kelompok.

Musibah dan kerusakan lingkungan tidak akan terjadi dalam sekejab, namun sebagai bentuk protes lingkungan atas tangan-tangan jahat dan keserakahan manusia.

2. Berkomitmen untuk membangun masyarakat yang diridai Allah.

Komitmen yang konsisten berarti memiliki tekad yang kuat dan berkesinambungan untuk menjalankan amal kebaikan, baik secara individu maupun kolektif. Upaya ini harus dilakukan secara terus-menerus, meskipun menghadapi berbagai tantangan.

Orang yang berkomitmen untuk berbuat baik akan menjaga hubungan dengan Allah (hablum minallah) dan hubungan antar sesama manusia (hablum minannas).

Sebagai imbalannya, Allah menjanjikan keberkahan, ketenangan dan kesejahteraan kepada mereka yang berusaha hidup sesuai dengan ridha-Nya.

3. Memperbanyak istighfar dan amal saleh secara bersama-sama.

Memperbanyak istighfar dan amal saleh secara bersama-sama adalah upaya kolektif untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memperbaiki keadaan masyarakat.

Dengan memperbanyak istighfar, kita memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan, baik secara individu maupun bersama-sama.

Selain itu, amal saleh seperti membantu sesama, menyantuni yang membutuhkan dan menjaga lingkungan dapat menjadi wujud nyata dari ketaatan kepada Allah.

Ketika istighfar dan amal saleh dilakukan secara bersama-sama, hal ini tidak hanya memperkuat hubungan spiritual dengan Allah tetapi juga mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فىِ اْلقُرأنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الاٰيَاتِ وَالذِّكْرَ اْلحَكِيْمِ، وَ تَقَبَّلَ مِنيِّ وَ مِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الَسمِيْعُ اْلعَلِيْمُ

Khotbah Kedua:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُّبَارَكًا فِيْهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. الَّلهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلىَ نَبِيِّناَ مُحَمَّد وَ عَلىَ اٰلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اُتَّقُوا اللَّهَ، اُتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُونَ.

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Marilah kita berusaha memperbaiki kehidupan dengan taubat kolektif. Dengan menyadari akan kesalahan bersama, berkomitmen menjadi kebaikan untuk mencarai ridha Allah dan beramal saleh semaksimal mungkin.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kita untuk menjalani kehidupan ini dengan penuh ketaatan dan keberkahan, Aamiin. Marilah kita berdoa dengan kekhusukan hati dan berharap agar do’a kita Allah kabulkan. (*)

اَلَّلهُمَ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَ اْلمُسْلِمَاتِ وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ، اَلأَحْيَاِء مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ  مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ، فَيَاقَاضِيَ اْلحَاجَاتِ.

اَلَّلهُمَ إِنَّانَسْأَلُكَ اْلهُدَى وَالتُّقَى وَاْلعَفَافَ وَاْلغِنىَ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

رَبَّناَ هَبْ لَناَ مِنْ أَزْوَاجِناَ وَذُرَّيَّاتِناَ قُرَّةً أَعْيُنٍ وَاجْعَلْناَ لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَاماً.

رَبَّناَ لاَ تُزِغْ قُلُوْبَناَ بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَناَ وَهَبْ لَناَ مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ اْلوَهَّابُ.

رَبَّناَاٰتِناَ فِي الدُّنْياَ حَسَنَةً وَفِى اْلأٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِناَ عَذَابَ النَّارِ.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعَزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلىَ اْلمُرْسَلِيْنَ، وَاْلحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ.

Sumber: Majalah SM Edisi 04/2025

Tinggalkan Balasan

Search