Kiai Saad Ibrahim: Haji Bukan Hanya Ibadah Pribadi, Tapi Pengabdian Global

www.majelistabligh.id -

Ibadah haji bukanlah sekadar perjalanan spiritual yang berdampak pada hubungan manusia dengan Allah semata. Lebih dari itu, haji membawa dimensi kemanusiaan yang luas, berdampak positif terhadap sesama umat manusia, bangsa, bahkan seluruh masyarakat dunia.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. KH. Saad Ibrahim, dalam acara Halal Bihalal sekaligus Pelepasan Jamaah Haji Muhammadiyah Kabupaten Magelang, pada Ahad (27/4/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Saad (panggilan karibnya)  mengingatkan, pelaksanaan ibadah haji seharusnya tidak berhenti pada aspek transendental, personal, atau rohaniah individu saja.

“Ibadah haji harus membawa implikasi nyata dalam kehidupan sosial. Tidak cukup hanya menjadi pengalaman spiritual pribadi. Setiap yang berhaji harus menjadikan dirinya pelayan agama Allah dan menjadi pengabdi bagi umat manusia,” tegas Kiai Saad.

Dia menekankan bahwa setelah kembali dari Tanah Suci, seorang haji dituntut untuk semakin mengokohkan pengabdiannya kepada Allah melalui pelayanan terhadap umat, bangsa, dan masyarakat global.

Lebih lanjut, sebagai ibadah yang bersifat fisik sekaligus spiritual, Kiai Saad mengimbau kepada seluruh calon jamaah haji, khususnya yang akan berangkat pada tahun 2025, untuk mempersiapkan diri secara optimal.

“Selain harus membekali diri dengan kesiapan mental dan spiritual, juga harus memperhatikan kesiapan fisik. Cuaca ekstrem di Tanah Suci, serta dinamika berbaur dengan jutaan jamaah dari berbagai negara, menjadi tantangan tersendiri yang harus diantisipasi dengan baik,” papar mantan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim ini.

Di sisi lain, haji sebagai salah satu dari lima rukun Islam, menjadi impian yang seharusnya dimiliki oleh setiap muslim. Menurut Kiai Saad, keinginan untuk berhaji harus murni dilandasi oleh niat untuk memenuhi panggilan Allah SWT, bukan sekadar ambisi duniawi.

“Setiap muslim wajib memiliki cita-cita untuk menunaikan ibadah haji. Dan mereka yang sudah pernah melaksanakannya pasti menyadari bahwa kepergian ke Tanah Suci adalah semata-mata karena panggilan Allah,” ujarnya.

Dia menambahkan, kenikmatan spiritual yang dirasakan saat berhaji begitu mendalam dan sulit digambarkan. Tidak mengherankan apabila banyak di antara mereka yang telah berhaji, merasakan kerinduan yang mendalam untuk kembali menunaikan ibadah tersebut.

“Siapa pun yang telah merasakan manisnya ibadah haji dan umrah, pasti memiliki keinginan untuk mengulanginya. Karena kenikmatan tertinggi itu benar-benar terasa saat kita beribadah di Tanah Suci,” ungkapnya.

Dalam akhir pesannya, Kiai Saad mengingatkan bahwa pengalaman berhaji seharusnya menjadi titik tolak bagi setiap muslim untuk meningkatkan ketakwaan, memperkuat komitmen sosial, serta memperluas kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

“Haji bukan hanya tentang meraih gelar “haji” di hadapan manusia, tetapi tentang membuktikan kualitas pengabdian kepada Allah dan dedikasi kepada sesama manusia,”tutupnya. (*/wh)

Tinggalkan Balasan

Search