Kisah Aida Mahmudah, Anak Yatim Piatu yang Menjadi Wisudawati Terbaik UM Surabaya

www.majelistabligh.id -

***

Aida tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga di berbagai kompetisi. Berikut adalah beberapa prestasi yang berhasil diraihnya, di antaranya, Juara 1 Lomba Puisi MTK (2022), Juara 1 Lomba Puisi Islamic Short Story (2022), Juara 1 Poster Tema Islami (2022), Juara 1 Electrical Orientation (2021), Juara 1 Puisi English Ramadhan (2021), Finalis PIM (Program Inovasi Mahasiswa) dengan sistem diagnosa buta warna berbasis mikrokontroler (2023),

Tak hanya itu, Aida juga meraih Juara 3 PKP2 PTMA KE-1 PKM KC (2023), Juara 3 PIMTANAS PTMA (2023), Juara 1 Pemuda Pelopor Surabaya Bidang Inovasi Teknologi (2024), dan 5 Besar Bidang Inovasi Teknologi Pemkot Surabaya (Hari Jadi Kota Surabaya ke-731, 2024).

Kini, setelah menyelesaikan pendidikan S1 di UM Surabaya, Aida tengah fokus mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi dengan beasiswa serta mengikuti berbagai pelatihan dan sertifikasi di bidang teknik elektro. Dengan semangat pantang menyerah, ia ingin terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Sebagai seorang yang telah merasakan pahitnya kehilangan dan perjuangan dalam keterbatasan, Aida berpesan kepada mereka yang bernasib serupa agar tetap semangat meraih cita-cita.

“Pertolongan Allah bisa datang lewat siapa saja. Asal seseorang itu tekun dan bersungguh-sungguh, pasti akan ada jalan keluar,” ujarnya penuh keyakinan.

Dalam wisudanya, meski tak ada ayah dan ibu di sampingnya, Aida yakin bahwa mereka bangga melihat anak perempuan mereka berhasil mencapai impian yang selama ini mereka harapkan. Aida Mahmudah adalah bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan.

Dengan air mata yang tak bisa ia bendung, Aida menggenggam erat toga di kepalanya, mengenang setiap perjuangan yang telah ia lalui. Dari hari-hari penuh kerja keras hingga malam-malam panjang yang ia habiskan dengan belajar dalam keterbatasan, ia tahu bahwa setiap langkahnya adalah bukti keteguhan hati dan doa yang selalu mengiringi.

Saat namanya dipanggil ke atas panggung, gemuruh tepuk tangan menggema di ruangan. Ia melangkah mantap, mengangkat kepalanya dengan bangga, seolah berkata kepada dunia bahwa mimpi-mimpi besar tak mengenal batas. Di dalam hatinya, ia berbisik, Ayah, Ibu, ini untuk kalian. Aku telah sampai di titik ini, berkat cinta dan doa kalian yang tak pernah putus.

Perjalanan hidup Aida mendapat apresiasi positif Rektor UM Surabaya Dr. Mundakir. Jelang perayaan wisuda, pria kelahiran Lamongan itu, menulis puisi yang diberi judul: “Anak Panah Kehidupan”.

Kau boleh gagal, boleh terjungkal dan bahkan terkapar. Tapi ingat.. kau harus tetaplah tegar layaknya kuncup bunga wajar yang tumbuh mekar.

Jangan sedikitpun menyerah dan hilang asa. Bersiaplah untuk mewarnai dunia,
Dengan segala potensi yang kau punya.

Setelah ini kau adalah anak panah yang akan melesat. Melaju penuh semangat,
Mewujudkan mimpi penuh tekad.

Selamat berjuang wahai para anak panah kehidupan! (wh)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Search