Prestasi luar biasa kembali ditorehkan oleh Arizkylia Yoka Putri, seorang lulusan berprestasi dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Psikologi dan Ilmu Pendidikan (FPIP), Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) angkatan 2023.
Berkat ketekunan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah, Yoka berhasil memperoleh dua beasiswa bergengsi yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Beasiswa ini menjadi kunci keberhasilannya dalam melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktoral (S3) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya sendiri, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa dan alumni Umsida memiliki kualitas akademik yang mumpuni dan mampu bersaing dalam dunia pendidikan nasional. Dengan penuh semangat, Yoka berharap kisah suksesnya dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berjuang mendapatkan pendidikan tinggi, tanpa terbebani oleh kendala biaya.
Langkah besar Yoka dalam meniti karier akademiknya dimulai dengan perjuangan panjang dalam mendapatkan dua beasiswa yang sangat kompetitif, yaitu Beasiswa Pendidikan untuk Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan serta Beasiswa Unggulan untuk studi S2 dari Kemendikbud Ristek. Kedua beasiswa ini memiliki tahapan seleksi yang sangat ketat, yang menuntut persiapan matang serta dedikasi tinggi.
“Seleksi Beasiswa PPG Prajabatan terdiri dari beberapa tahapan, yaitu seleksi administrasi, tes substantif, dan wawancara. Sementara itu, Beasiswa Unggulan juga memiliki seleksi administrasi yang kompleks serta tes wawancara yang sangat mendalam. Setiap tahap menggunakan sistem gugur, sehingga persiapan yang matang sangat diperlukan,” ujar Yoka seperti dilansir di laman resmi Umsida, pada Kamis (6/3/2025).
Keputusan untuk mendaftar kedua beasiswa ini awalnya berasal dari dorongan orang tuanya. “Ayah saya ingin saya mengikuti PPG, sementara ibu berharap saya melanjutkan studi ke jenjang S2. Oleh karena itu, saya mencoba keduanya, dan alhamdulillah berhasil lolos dalam dua program beasiswa tersebut,” tambahnya.
Berkat beasiswa tersebut, Yoka sukses menyelesaikan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam bidang PGSD serta menempuh studi Magister Pendidikan Dasar di Unesa. Tidak berhenti di situ, semangat belajarnya yang tinggi mendorongnya untuk melanjutkan ke jenjang S3 di universitas yang sama.
Dalam perjalanannya, Yoka menyadari bahwa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) memiliki peran yang sangat besar dalam mendukung pencapaiannya. Menurutnya, lingkungan akademik di Umsida sangat kondusif bagi pengembangan diri mahasiswa, baik dalam hal akademik maupun non-akademik.
“Selama berkuliah di Umsida, saya aktif dalam berbagai organisasi, baik di tingkat program studi maupun fakultas. Selain itu, saya juga mengikuti berbagai kegiatan yang berkontribusi pada pengembangan diri saya. Semua pengalaman ini sangat membantu saya dalam proses seleksi beasiswa,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yoka menekankan pentingnya memahami secara detail persyaratan beasiswa yang akan dilamar. Menurutnya, menyusun dokumen administrasi secara rapi serta memiliki pengalaman akademik dan non-akademik yang relevan, seperti publikasi ilmiah dan keterlibatan dalam organisasi, dapat menjadi nilai tambah yang besar.
“Persiapan wawancara juga sangat penting. Berlatih menjawab pertanyaan mengenai motivasi, tujuan studi, serta kontribusi yang akan diberikan setelah menyelesaikan pendidikan sangat membantu meningkatkan peluang lolos seleksi,” tambahnya.
Saat ini, Yoka tengah fokus dalam studinya di jenjang doktoral dengan harapan besar untuk terus berkontribusi dalam dunia pendidikan, khususnya dalam bidang pengajaran dan penelitian. Ia memiliki komitmen tinggi untuk memberikan manfaat, baik bagi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo maupun dunia pendidikan secara lebih luas.
“Saya ingin terus memberikan kontribusi, baik melalui penelitian maupun pengalaman mengajar. Saya berharap apa yang saya pelajari dapat diaplikasikan untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Mohon doanya agar seluruh proses studi saya berjalan dengan lancar,” ungkapnya.
Sebagai alumni yang telah membuktikan keberhasilannya dalam memperoleh berbagai beasiswa dan kini tengah menempuh pendidikan S3, Yoka ingin berbagi motivasi dan strategi kepada mahasiswa Umsida yang bercita-cita meraih beasiswa serupa. Menurutnya, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan agar peluang mendapatkan beasiswa semakin besar:
1. Memahami secara detail persyaratan beasiswa: Setiap beasiswa memiliki kriteria dan seleksi yang berbeda, sehingga persiapan yang matang sangat diperlukan.
2. Menyusun dokumen administrasi dengan rapi: Beasiswa Unggulan, misalnya, memerlukan esai dan rencana studi yang jelas serta meyakinkan.
3. Memiliki pengalaman akademik dan non-akademik: Keterlibatan dalam organisasi, penelitian, serta publikasi ilmiah bisa menjadi nilai tambah dalam seleksi beasiswa.
4. Berlatih menghadapi wawancara: Mempersiapkan jawaban terkait motivasi, tujuan studi, serta rencana kontribusi setelah menyelesaikan pendidikan dapat meningkatkan peluang diterima.
5. Tidak takut untuk mencoba: Meskipun seleksinya ketat, setiap pengalaman mendaftar beasiswa adalah pelajaran berharga yang dapat memperbesar peluang keberhasilan di masa mendatang.
Dengan perjalanan akademiknya yang luar biasa, Yoka berharap dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa Umsida untuk berani mencoba dan berjuang dalam meraih pendidikan tinggi melalui berbagai peluang beasiswa yang tersedia.
“Jangan pernah takut mencoba. Meskipun proses seleksi terlihat sulit, setiap pengalaman mendaftar beasiswa adalah pembelajaran berharga yang bisa meningkatkan peluang sukses di kesempatan berikutnya. Yang terpenting adalah persiapan yang matang, ketekunan, serta keyakinan bahwa setiap usaha pasti akan membuahkan hasil,” pesannya. (wh)
