Ibu, Bapak, dan Saudara Semua
Kita ini akan pulang. Kita ini akan kembali kepada Allah. Kalau kita sekarang diberikan kesempatan usia, bayangkan, ini Ramadan terakhirmu.
Orang yang tahun lalu Ramadannya masih bersama kita, tapi sekarang sudah tidak ada. Sebagian di antara kita yang mungkin sudah kembali kepada Allah, mungkin bekalnya sudah cukup, sehingga Allah panggil usianya untuk kembali.
Bagaimana dengan kita, mengapa masih ada? Mungkin karena bekal kita belum cukup. Atau karena dosa kita masih banyak. Kita masih diberi waktu untuk taubat dan memperbanyak amal saleh, sebelum kita benar-benar kembali.
Karena itu, anggaplah Ramadan ini Ramadan yang terakhir, agar kesempatan beramal saleh kita lakukan semaksimal-maksimalnya. Kita tidak hanya berpuasa dengan menahan lapar dan dahaga, tapi juga menahan mata, untuk tidak melihat yang tidak halal bagi kita. Menahan telinga, untuk tidak mendengarkan yang tidak halal bagi telinga kita, menahan lisan, untuk tidak berbicara yang menyakitkan hati orang lain. Dan, puasa itu kita sempurnakan dengan ibadah malam, termasuk salat malam.
Allah Ta’ala berfirman:
ۖ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَا مَ اِلَى الَّيْلِ ۚ
“…Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam…” (QS Al-Baqarah 2: 187)
Semoga bermanfaat
