KKHI Makkah Rawat 35 Jemaah, Upaya Maksimal agar Bisa Pulang Bersama Kloter

www.majelistabligh.id -

Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Makkah saat ini tengah merawat 35 jemaah haji Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan pasca puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Kepala KKHI Daker Makkah, Edy Supriyatna, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya maksimal agar para pasien bisa kembali pulih dan dipulangkan bersama kloternya.

“Tentunya kami akan terus berusaha agar pasien ini kita kembalikan ke kloternya. Dengan kembali ke kloternya, insya Allah mereka bisa pulang bersama dan menjalani perjalanan akhir dengan selamat,” ungkap Edy Supriyatna di KKHI Makkah, Selasa (10/6/2025).

Menurut Edy, para jemaah yang dirawat saat ini sebagian besar mengalami penyakit kronis seperti jantung, paru-paru, serta demensia. Usia para pasien yang dominan berkisar antara 50–69 tahun, yang membuat mereka lebih rentan terhadap kelelahan dan komplikasi kesehatan usai menjalani rangkaian ibadah haji yang padat dan menguras energi.

“Saat ini kita berada di fase pasca-Armuzna, banyak jemaah mengalami kelelahan setelah aktivitas intensif. Jika di kloternya tak bisa ditangani, mereka dirujuk ke KKHI,” jelasnya.

Secara keseluruhan, KKHI telah menangani lebih dari 204 jemaah sejak awal fase puncak haji. Dari jumlah tersebut, lebih dari 150 jemaah dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi (RSAS dan RSIS) karena membutuhkan penanganan lanjutan.

Tim KKHI, menurut Edy, juga aktif mengirimkan tim visitasi harian ke seluruh rumah sakit Arab Saudi di wilayah Makkah, Mina, dan Arafah. Tim ini memastikan kondisi jemaah terpantau dengan baik dan penanganannya sesuai kebutuhan.

“Setiap hari ada tim visitasi yang memantau langsung kondisi jemaah kita yang dirawat di rumah sakit Arab Saudi. Kita pastikan mereka mendapat layanan terbaik,” ujarnya.

Ada sejumlah pasien yang, atas pertimbangan medis, akan dipulangkan lebih dahulu ke Tanah Air. Hal ini dilakukan untuk menghindari perburukan kondisi akibat tinggal lebih lama di Arab Saudi.

“Pasien dengan kondisi yang makin berat jika tetap beraktivitas di Arab Saudi akan kita usahakan untuk pulang lebih awal, tentunya dengan syarat seluruh rangkaian ibadah hajinya sudah tuntas,” tegas Edy.

Kepala KKHI menegaskan, semua upaya yang dilakukan adalah bagian dari dedikasi tim medis untuk memastikan jemaah bisa menjalani ibadah haji dengan aman, sehat, dan pulang ke Tanah Air dalam kondisi terbaik.

“Kami berdoa agar seluruh jemaah haji Indonesia tetap sehat, meraih haji mabrur, dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga dalam keadaan selamat. KKHI akan terus hadir mendampingi dan melayani,” pungkasnya. (afifun nidlom)

Tinggalkan Balasan

Search