Klinik Muhammadiyah Merauke: Wujud Dakwah Kesehatan di Ujung Timur Indonesia

*) Oleh : Rudi Utomo, S.KM., M.Kes
Wakil Sekretaris MPKU PWM Jawa Timur, Anggota IKKESINDO, dan Pemerhati Kebijakan Perumahsakitan Indonesia
www.majelistabligh.id -

Kamis–Sabtu, 19–21 Juni 2025, saya bersama Munadi, S.Kep, Ns  Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timurmelakukan lawatan ke Merauke.

Kunjungan ini merupakan bagian dari pendampingan langsung terhadap Klinik Muhammadiyah setempat.

Pendampingan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari audiensi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Merauke kepada MPKU PWM Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Tugas ini bukan sekadar memenuhi prosedur, melainkan bagian dari ikhtiar besar menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif sebagai bentuk nyata dakwah dan kemanusiaan Muhammadiyah di ujung timur Indonesia.

Kunjungan ini bukan sekadar tugas administratif atau kegiatan teknis belaka. Ini adalah bagian dari ikhtiar besar PWM dan MPKU PWM Jawa Timur untuk meneguhkan kehadiran amal usaha kesehatan Muhammadiyah di wilayah paling timur Indonesia.

Klinik Muhammadiyah Merauke hadir membawa misi kemanusiaan dan dakwah yang inklusif. Rencananya, klinik ini akan diresmikan pada 27 Juni 2025, bertepatan dengan 2 Muharram 1447 Hijriah.

Peresmian ini bukan hanya menjadi catatan sejarah lokal, melainkan juga babak baru dalam dakwah Muhammadiyah di Tanah Papua.

Selama kunjungan, kami merasakan semangat luar biasa dari para kader Muhammadiyah Merauke, meskipun tidak satu pun di antara mereka memiliki latar belakang pendidikan di bidang kesehatan.

Semangat itu bukan dibangun atas dasar kebanggaan struktural, melainkan dilandasi oleh kesadaran spiritual dan tanggung jawab sosial.

Mereka sadar bahwa kehadiran Klinik Muhammadiyah di Merauke adalah bentuk nyata dari dakwah yang membumi—ikhtiar menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin).

Klinik ini tidak hanya diperuntukkan bagi warga Muhammadiyah, bukan pula semata-mata untuk umat Islam.

Klinik ini hadir untuk semua—tanpa memandang latar belakang agama, suku, bahasa, atau budaya. Klinik ini dibangun di atas nilai-nilai Al-Ma’un: bahwa mereka yang lemah, sakit, terpinggirkan, dan membutuhkan pertolongan, berhak mendapatkan pelayanan yang manusiawi dan bermartabat.

Inilah Islam dalam bentuk tindakan nyata, bukan hanya dalam seruan. Inilah dakwah bil hikmah—dakwah yang mengajak dengan kelembutan, yang menyentuh hati melalui kasih sayang dan pelayanan kesehatan.

Melalui klinik ini, Muhammadiyah ingin menunjukkan bahwa Islam bukan sekadar urusan ritus dan simbol, melainkan tentang kerja nyata, kebermanfaatan, dan keberpihakan kepada yang lemah.

Maka, ketika Klinik Muhammadiyah Merauke berdiri, sejatinya ia menjadi titik temu antara iman dan kemanusiaan; antara spiritualitas dan pelayanan sosial.

Selama proses pendampingan, kami bersama PDM Merauke, tim pengelola klinik, dan panitia membahas banyak hal. Mulai dari struktur organisasi, sistem dan alur pelayanan, pemetaan sumber daya manusia, hingga strategi keberlanjutan. Termasuk persiapan akreditasi dan kesiapan menjadi penyedia layanan BPJS.

Tentu, tantangan yang dihadapi dalam mendirikan klinik ini tidak sedikit: dari proses perizinan, penyusunan SOP, hingga penataan sistem keuangan yang akuntabel. Namun semua itu dijalani dengan semangat gotong royong dan kebersamaan.

Kami, sebagai tim pendamping, sangat optimis bahwa kehadiran Klinik Muhammadiyah Merauke disambut dengan baik. Hubungan Muhammadiyah dengan pemerintah setempat sangat harmonis, dan masyarakat sekitar pun memberikan respon yang positif serta sambutan yang hangat terhadap keberadaan klinik ini.

Klinik Muhammadiyah Merauke akan menjadi simbol kehadiran Islam yang melayani, bukan mendominasi. Islam yang merangkul, bukan menghakimi. Islam yang membangun harapan, bukan menambah kecemasan. Inilah kontribusi nyata Muhammadiyah untuk Indonesia, khususnya bagi masyarakat di Papua Selatan.

Saya meyakini, dengan kolaborasi antarelemen Persyarikatan, dukungan pemerintah, sambutan masyarakat yang hangat, serta kekompakan dan kerja keras tim di lapangan, Klinik Muhammadiyah Merauke akan tumbuh menjadi salah satu pilar dakwah kesehatan yang kokoh. Bahkan lebih dari itu, klinik ini akan menjadi pelita yang menebar cahaya rahmat di ujung timur negeri. (*)

Tinggalkan Balasan

Search