Koleksi Langka Perpustakaan Umum Raja Abdulaziz di Riyadh, Arab Saudi

Manuskrip langka soal tafsir Al Qur’an  berusia sekitar 1.000 tahun hadir di Perpustakaan Umum Raja Abdulaziz (KAPL) di Riyadh, Arab Saudi. (Foto: SPA)
www.majelistabligh.id -

Perpustakaan Umum Raja Abdulaziz di Riyadh, Arab Saudi, menampilkan sebuah manuskrip langka berusia sekitar 1.000 tahun bertajuk “Gharib Al-Qur’an” (Istilah-Istilah Asing dalam Al Qur’an ), karya ulama terkemuka Abu Ubaidah Ma’mar ibn al-Muthanna. Manuskrip langka ini berasal dari abad ke-4 Hijriah dan terdiri dari 23 lembar (folio) berukuran 17 x 22 cm.

Dengan demikian, perpustakaan ini kembali menegaskan perannya sebagai penjaga warisan intelektual Islam, sekaligus membuktikan bahwa para pemikir Islam zaman dulu memiliki karya yang luar biasa.

Dilansir dari laporan Saudi Gazette, Kamis (2/4/2026), temuan itu bukan sekadar artefak kuno, tetapi juga representasi penting dari perkembangan awal ilmu-ilmu Al Qur’an  yang menjadi fondasi studi keislaman hingga saat ini.

Naskah tersebut ditulis menggunakan aksara Andalusia yang jelas, sementara nama-nama surah di dalamnya diukir menggunakan khat Kufi, sebuah perpaduan estetika dan intelektual yang mencerminkan kemajuan peradaban Islam pada masanya.

Menariknya, karya ini belum pernah dipublikasikan sebelumnya dalam kajian ilmu Al Qur’an , menjadikannya sumber primer yang sangat berharga bagi para peneliti.

Perpustakaan itu sendiri dikenal menyimpan beragam koleksi manuskrip tafsir Al Qur’an  yang langka dan bernilai tinggi. Di antaranya adalah “I’rab Al-Qur’an wa Ma’anih” karya Abu Ishaq al-Zajjaj dari abad ke-5 Hijriah, serta “Ta’wil Mushkil Al-Qur’an” karya Ibn Qutaybah al-Dinawari yang disalin pada abad ke-7 Hijriah.

Selain itu, terdapat pula bagian dari Tafsir Al-Tabari (Jami’ Al-Bayan fi Tafsir Al-Qur’an) karya Al-Tabari yang terdiri dari 77 lembar dan berasal dari abad ke-6 Hijriah. Koleksi lainnya termasuk “Fi Ma’ani Al-Qur’an wa Tafsirih” karya Abu Bakr Muhammad al-Naqqash yang berjumlah 113 halaman dari abad ke-7 Hijriah.

Lebih dari 185 Manuskrip Tafsir

Arsip warisan perpustakaan ini menyimpan lebih dari 185 manuskrip langka yang berfokus pada tafsir Al Qur’an, serta ratusan manuskrip lain yang mencakup berbagai disiplin ilmu Al Qur’an seperti tata bahasa, analisis linguistik, dan penafsiran ayat.

Seluruh koleksi tersebut diklasifikasikan ke dalam empat bidang utama, yakni tafsir, qira’at dan tajwid, ilmu-ilmu Al Qur’an, serta mushaf Al Qur’an. Klasifikasi itu memudahkan para akademisi dalam menelusuri perkembangan metodologi dan pendekatan dalam memahami kitab suci umat Islam.

Di antara karya-karya penting dalam bidang tafsir yang tersimpan adalah “Lubab Al-Ta’wil fi Ma’ani Al-Tanzil,” “Al-Taysir fi Al-Tafsir” oleh Umar Al-Nasafi, “Hall Al-Ishkalat fi Fahm Ba’d Al-Ayat,” hingga “Al-Bahr Al-Madid fi Tafsir Al-Qur’an Al-Majid” karya Ahmad ibn Ajibah, serta “Ma’alim Al-Tanzil” karya Al-Baghawi.

Tak hanya itu, koleksi langka lainnya mencakup “Tafsir Al-Jalalayn,” “Al-Durr Al-Masoon fi ‘Ulum Al-Kitab Al-Maknun,” “Al-Durr Al-Manthur fi Al-Tafsir bil-Ma’thur,” serta “Al-Jawahir Al-Hisan fi Tafsir Al-Qur’an,” yang menunjukkan kekayaan intelektual Islam dalam berbagai pendekatan, baik linguistik, gramatikal, maupun interpretatif.

Di tengah era digital dan modernisasi, kehadiran manuskrip berusia satu milenium ini menjadi pengingat bahwa peradaban Islam memiliki akar intelektual yang kuat dan terus relevan untuk dikaji ulang, tidak hanya sebagai warisan, tetapi juga sebagai sumber inspirasi bagi masa depan. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search