Komisi Nasional Disabilitas Republik Indonesia (KND RI) mendorong Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjadi model nasional dalam penerapan pendidikan inklusif.
Apresiasi ini disampaikan langsung oleh Anggota KND RI Eka Prastama Widyanta, dalam gelaran Fisipol Awards 2025 yang mengangkat tema “Inklusi dan Disabilitas”, di Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta, Sabtu malam (12/7/2025).
“Ini luar biasa! Gagasan yang mengangkat harkat, martabat, dan potensi setiap insan, termasuk mereka yang selama ini dianggap memiliki keterbatasan,” ujar Eka.
“Mereka bukan objek, mereka ingin jadi subjek pembangunan. Dari yang selama ini dianggap beban, kini justru berkontribusi nyata bagi bangsa.”
Eka juga menekankan bahwa pendidikan inklusif telah menjadi salah satu indikator strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Dia menilai peran UMY dalam memperjuangkan pendidikan setara bagi semua sebagai langkah penting menuju transformasi sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Eka turut membagikan pengalaman kolaborasi KND RI bersama Muhammadiyah sejak 2024 dalam program global di bidang kesehatan dan disabilitas anak usia sekolah.
Program ini memiliki nilai investasi mencapai 4 juta USD (sekitar Rp 400 miliar), yang menunjukkan bahwa isu disabilitas bukanlah isu pinggiran, melainkan bagian dari arus utama pembangunan.
Dia berharap langkah-langkah yang diambil UMY melalui BEM Fisipol tidak berhenti pada pemberian apresiasi, namun menjadi pemantik gerakan keberagaman dan non-diskriminasi yang berkelanjutan.
“Kami ingin UMY menjadi contoh nyata bagi perguruan tinggi dalam mengimplementasikan pendidikan inklusif. UMY bisa menjadi model masa depan bagi kampus yang benar-benar inklusif,” tandasnya.
Mengacu pada PP 13 Tahun 2020 tentang Akomodasi yang Layak dalam Pendidikan dan Permendikbudristek No. 448 Tahun 2023, Eka mengingatkan bahwa setiap perguruan tinggi wajib memiliki Unit Layanan Disabilitas (ULD).
KND RI, kata dia, memiliki mandat untuk memantau dan mendorong implementasi regulasi tersebut di lapangan.
Sebagai penutup, KND RI menyatakan kesediaannya untuk menjalin kerja sama lebih lanjut dengan UMY.
Termasuk di dalamnya kolaborasi dalam bentuk seminar, lokakarya, maupun konferensi nasional dan internasional terkait pendidikan inklusif.
“Kami sangat terbuka bekerja sama dengan UMY. Semoga ini menjadi awal dari komitmen yang lebih luas, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global,” tutup Eka. (*/tim)

Thanks for information
Regards, Unissula