Konflik Palestina Tak Kunjung Selesai, Dr Syamsi Ali Singgung Penyakit Umat Islam “Al Wahn”

www.majelistabligh.id -

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo menggelar kajian spesial bertema “Konflik Palestina dan Israel dalam Perspektif Masyarakat Global” di Masjid An Nur, Jalan Mojopahit 666, Sidoarjo, pada Ahad (25/05/2025) pagi. Hadir sebagai pembicara utama, Imam Besar Islamic Center New York, Amerika Serikat, Dr. Muhammad Syamsi Ali, Lc,  seorang ulama asal Makassar sekaligus alumnus Pondok Pesantren Muhammadiyah Makassar.

Dalam kajiannya, Syamsi Ali mengangkat persoalan pelik yang menimpa Palestina. Ia menegaskan bahwa apa yang terjadi di Palestina bukan sekadar konflik, melainkan bentuk nyata penjajahan oleh Zionis Israel.

“Palestina adalah tanggung jawab umat Islam. Ini bukan konflik, tapi penjajahan yang harus disadari bersama,” paparnya tegas.

Ia kemudian mengajukan pertanyaan reflektif kepada para jamaah, “Mengapa masalah Palestina tak kunjung selesai?” Menurutnya, jawabannya terletak pada kondisi umat Islam sendiri yang saat ini sedang mengalami penyakit kronis.

“Penyakit itu adalah al-wahn: cinta dunia dan takut mati,” jelasnya, seraya mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Dawud.

Dalam hadis tersebut, Nabi menggambarkan umat Islam pada akhir zaman akan dikerumuni musuh dari berbagai penjuru, namun tidak memiliki kekuatan karena kehilangan ruh perjuangan dan semangat pengorbanan.

“Kalian pada saat itu banyak, tetapi seperti buih di lautan. Mudah diombang-ambingkan, kehilangan wibawa, dan menjadi santapan empuk musuh,” tuturnya.

Empat Pesan Dakwah

Di penghujung ceramah, Syamsi Ali menyampaikan empat pesan dakwah penting bagi umat Islam:

  1. Dakwah Rahmatan lil ‘Alamin
    Islam hadir sebagai rahmat bagi semesta alam, membawa keselamatan dan kedamaian. Ia mencontohkan berdirinya masjid di Jamaika yang berhasil membawa perubahan positif bagi masyarakat sekitar.

  2. Kemandirian Umat Islam
    Ia menekankan bahwa penyelesaian masalah Palestina adalah tanggung jawab umat Islam sendiri, bukan pihak luar.

  3. Tumbuhkan Rasa Bangga sebagai Muslim
    Menurutnya, banyak orang Islam yang pintar namun minder. Padahal, identitas Islam adalah kemuliaan, bukan sesuatu yang harus disembunyikan.

  4. Perang Persepsi dan Penguasaan Media
    “Siapa yang menguasai media, dialah pemenangnya,” katanya. Ia mendorong umat Islam untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah dan pengaruh positif di tengah arus informasi global.

Kajian yang dihadiri para pimpinan Muhammadiyah se-Sidoarjo serta ribuan jamaah ini berakhir pada pukul 08.00 WIB. Kegiatan dengan MC Bayu Firdaus, Sekretaris takmir Masjid Ar Royyan muhammadiyah Buduran itu membawa pesan inspiratif dan menggugah kesadaran umat untuk peduli terhadap penderitaan saudara-saudara mereka di Palestina. (ridwan manan)

Tinggalkan Balasan

Search