Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Irwan Akib, mengungkap bahwa hingga saat ini Indonesia masih dihadapkan pada masalah-masalah sosial yang cukup serius. Kasus tingginya tingkat kekerasan, korupsi, dan kepercayaan masyarakat atas praktik-praktik takhayul, harus dicarikan solusi tepat untuk mengatasinya.
“Dalam menyikapi fenomena ini, Irwan mengajak masyarakat bangsa untuk menilik kembali konsep Risalah Islam Berkemajuan yang telah dirumuskan Muhammadiyah dalam Muktamar 2022 silam,” kata Irwan Akib, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dalam kuliah umum bersama para civitas dan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro, di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (17/1/2026).
Ia menambahkan, Konsep Risalah Islam Berkemajuan berisikan lima karakteristik utama, yakni berlandaskan tauhid, bersumber pada Al-Quran dan As-Sunnah, menghidupkan tajdid dan ijtihad, mengembangkan wasathiyah, dan mewujudkan rahmatan lil ‘alamin.
Menurut Irwan, Islam Berkemajuan menjadi jawaban atas segala permasalahan kemanusiaan, kemiskinan, krisis moral, dan persoalan struktur-struktur lainnya yang terjadi di Indonesia.
“Islam berkemajuan sebagai gerakan pencerahan, ini memang harapan kita seperti yang tadi, yang terakhir itu, bagaimana Islam hadir sebagai rahmatan lil alamin,” jelas Irwan
Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan salah satu perwujudan Islam Berkemajuan adalah dengan gerakan ilmu. Seperti yang telah diterapkan KH Ahmad Dahlan kala awal mendirikan persyarikatan, membangun sarana pendidikan menjadi langkah pertama yang dilakukannya. Ia meyakini bahwa sejatinya ilmu pengetahuan adalah kunci pembebasan masyarakat dari kebodohan.
“Kita bisa merdeka, bebas dari jajahan, tapi ketika masih tertinggal dari sisi pengetahuan, kita masih terjajah terus,” tegasnya.
Maka kemerdekaan masyarakat berawal dari transformasi akal masyarakat itu sendiri. “Bagaimana kita mencoba memanfaatkan akal pikiran itu di dalam menjalani kehidupan, menjalankan agama, dan seterusnya,” jelas Irwan.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Irwan mendorong mahasiswa untuk turut aktif berdialog, menyuarakan pendapat, dan mengikuti kegiatan ilmiah. Ia berharap mahasiswa sekarang mampu menjadi generasi unggul islami yang mantap secara keimanan, anggun dalam berakhlak, sigap dalam berkarya, dan unggul berintelektual sesuai dengan Risalah Islam Berkemajuan.
“Bagaimana memantapkan keimanan kita, kemudian bagaimana membangun intelektual dengan dilandasi akhlak yang baik, akhlakul karimah, lalu kemudian kita hadir memecahkan persoalan-persoalan di tengah-tengah masyarakat,” ungkap Irwan.
Menurut Irwan, bekal itulah yang kelak akan berguna bagi mahasiswa kala turun lapangan, berkontribusi dan memecahkan segala persoalan secara langsung di tengah kehidupan masyarakat yang sesungguhnya. (*/tim)
