Korelasi Spiritual Sastra dalam Ruh Islam

*) Oleh : Rodli TL.
Dosen Sastra & Film Unisda. Ketua PCM Kalitengah. Wakil Ketua Umum MUI Kec. Kalitengah. Anggota LDK PDM Lamongan.
www.majelistabligh.id -

Karya sastra adalah ungkapan seni dalam bentuk bahasa, baik lisan maupun tulisan. Tentu akan menghadirkan diksi yang indah, baik pada susunan kata, juga maknanya. Sastra menjadi media ungkap batin yang paling dalam untuk menyampaikan kesan dan pesan.

Korelasi spiritual sastra dalam Islam sangat erat. Sastra dapat menjadi sarana untuk mengungkapkan spiritualitas dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Selain menghadirkan estetika sebagai bentuk ekspresi keindahan, sastra juga ekpresi kontemplasi makhluk pada Sang Khalik.

Kitab Suci Al-Quran sarat akan keindahan bahasa. Banyak ayat yang menggunakan bahasa sastra yang indah dan mendalam, seperti metafora, simbol, dan alegori. Hal ini menunjukkan bahwa sastra dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan spiritual dan moral. Namun bukan berarti ayat-ayat Qur’an adalah karya sastra.

Sastra tidak cukup hanya menampilkan keindahan susunan bahasa, sastra juga dapat menjadi sarana untuk memahami dan menghayati ajaran Islam. Karya sastra seperti puisi, cerpen, novel dan naskah drama dapat menggambarkan nilai-nilai Islam dan menginspirasi pembaca untuk meningkatkan spiritualitas. Seperti novel “Api Tauhid” karya Habiburrahman, naskah drama “Prahara Amitunon” karya Rodli TL, dan banyak karya sastra lainnya.

Karya sastra seperti “Sufi” karya Rumi dan “Masjid” karya Emha Ainun Nadjib, merupakan contoh sastra spiritual Islam yang terkenal. Karya-karya ini menggunakan bahasa sastra yang indah untuk mengungkapkan spiritualitas dan mendekatkan diri kepada Allah.

Contoh salah satu puisi Joko Pinurbo sebagai bentuk renungan hubungan yang renggang antara seorang hamba dan Tuhannya,

Tuhan,

ponsel saya rusak dibanting gempa.

Nomor kontak saya hilang semua.

Satu-satunya yang tersisa

ialah nomorMu.

Tuhan berkata:

Dan itulah satu-satunya nomornya

yang tak pernah kausapa.

Dalam Islam, sastra tidak sekedar keindahan semu, namun juga banyak kisah bermakna yang sastrawi. Tidak hanya sekedar indah dilantunkan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan iman dan takwa. Sastra dapat menjadi jembatan antara dunia material dan spiritual, membantu manusia untuk memahami dan menghayati ajaran Islam, agama yang mengajarkan untuk senantiasa menjaga kualitas hubungan baik dengan Sang Khalik serta dengan semesta alam sebagai makhluk.

Lamongan, 29 Januari 2026

 

Tinggalkan Balasan

Search