Kosdu Menyaksikan Awal Bulan, dari Atas Bukit Hingga ke Accurate Times

*) Oleh : Rodli TL
Ketua PCM, dan Wakil Ketua Umum MUI Kec. Kalitengah, serta Anggota LDK PDM Lamongan
www.majelistabligh.id -

Kosdu mengawali dengan pantun:

“Haji dengan naik pesawat,

Tiba di Arab lebih cepat.

Lihat bulan dengan ilmu hisab.

Tahu waktu awal lebih akurat.”

***

Saat masih kecil, Kosdu ikut bersama warga kampung menyaksikan bulan awal Ramadan. Jelang matahari terbenam mereka menuju bukit lalu melihat ke arah barat. Bila mereka bisa menyaksikan bulan, maka nanti setelah isya mereka tarawih, memukul patrol berkeliling membangunkan sahur, dan esoknya berpuasa. Mereka datang ke bukit tidak membawa alat apapun. Cukup menyaksikannya ramai-ramai dengan mata telanjang.

Kini banyak warga yang punya alat teropong, terutama anak-anak muda, bisa membelinya dengan cara online dengan berbagai cap. Mereka menyaksikan awal bulan tidak lagi dengan mata telanjang, namun dengan lensa yang cukup canggih. Sekecil apapun benda yang berada di tempat yang sangat jauh akan tertangkap lensa teropong tersebut dengan detail.

Ilmu pengetahuan semakin berkembang, anak-anak muda banyak yang suka mempelajari ilmu falak dan astronomi, mulai ada yang lebih cerdas lagi. Menyaksikan awal bulan menggunakan aplikasi, di antaranya adalah aplikasi Accurate Times. Cukup duduk di beranda rumah dengan komputer bisa menentukan presisi bulan lebih akurat, bahkan waktu-waktu ratusan tahun yang akan datang sudah bisa diketahui.

Ilmu hisab, atau perhitungan astronomi, sangat berguna dalam menentukan waktu yang akurat, terutama untuk kegiatan ibadah seperti salat dan puasa. Dengan hisab, kita bisa memprediksi posisi matahari, bulan, dan bintang untuk menentukan awal bulan, waktu salat, dan lain-lain

Ilmu hisab juga membantu memahami fenomena alam, seperti gerhana matahari dan bulan, serta memprediksi cuaca dan musim. Dengan demikian, bisa lebih siap dan bijak dalam menghadapi perubahan alam.

Ilmu hisab telah digunakan sejak zaman kuno, sekitar 3000 tahun yang lalu. Bangsa Mesir Kuno, Babilonia, dan Yunani telah menggunakan ilmu hisab untuk memprediksi posisi bintang dan planet.

Dalam Islam, ilmu hisab mulai berkembang pada abad ke-8 M, ketika ilmuwan Muslim seperti Al-Khwarizmi dan Al-Biruni mengembangkan metode perhitungan astronomi yang lebih akurat.

Di Indonesia, ilmu hisab telah digunakan sejak zaman kerajaan Islam, seperti Kesultanan Demak dan Kesultanan Mataram, untuk menentukan waktu salat dan awal bulan Hijriah.

Usia Kosdu semakin bertambah hidup semakin terasa lebih mudah dan cepat. Katanya dulu orang-orang pergi naik haji naik kapal laut, lebih dari satu tahun baru bisa pulang, bahkan banyak yang meninggal di tanah haram. Sekarang dengan naik pesawat yang cukup sembilan jam sudah sampai tanah Arab. (*)

Tinggalkan Balasan

Search