Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
الحمد لله رب العالمين إياه نعبد وإياه نستعين ونصلي ونسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين
Jamaah shalat Isya dan tarawih yang dirahmati Allah
Merupakan sebuah kesyukuran dan nikmat yang tidak ternilai, kita masih dipertemukan dengan bulan Ramadhan 1446 H. Di bulan tersebut Allah mewajibkan umat beriman melaksanakan ibadah puasa selama sebulan penuh.
Selain itu, dianjurkan untuk memperbanyak amalan-amalan sunah lainnya. Seperti sholat tarawih, tadarus, bersedekah dan lain-lain.
Anjuran memperbanyak ibadah di bulan Ramadan, karena besarnya pahala yang diberikan oleh Allah. Puasa sendiri dalam sebuah hadis Qudsi hanya Allah yang tahu tentang pahalanya. Sehingga tidak menutup kemungkinan pahalanya bisa berlipat-lipat dari ibadah lainnya.
Diriwayatkan oleh Bukhari, 1761 dan Muslim, 1946
عن أَبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قال : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَالَ اللَّهُ : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu berkata, Rasulullah Shallallahu’alai wa sallam bersabda, “Allah berfirman, ‘Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.”
Di balik ibadah puasa ada banyak manfaat bagi orang yang menjalankannya. Di antaranya puasa adalah sebagai alat kontrol dan pengendali nafsu keserakahan manusia.
Dengan berpuasa seseorang dilatih mengendalikan dirinya. Tidak boleh makan dan minum kecuali sesudah waktunya tiba. Tidak boleh berhubungan suami istri ketika sedang berpuasa.
Dua hal di atas adalah perkara yang halal dan mubah bagi seorang muslim, tapi ketika sedang berpuasa dilarang dan diharamkan. Yang melanggar mendapatkan hukuman yang berat.
Keinginan seseorang untuk makan, minum, berhubungan seksual, mendapatkan kekuasan dan pengaruh serta menumpuk harta muaranya adalah nafsu. Ketika nafsu tersebut berlebihan dan tidak terkontrol bisa mengakibatkan kerusakan demi kerusakan.
Kita saksikan akhir-akhir ini bagaimana perbuatan sementara orang telah melampau batas kewajaran. Demi memenuhi nafsunya seseorang atau kumpulan orang memagari lautan.
Mengeksploitasinya untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Dalam satu waktu, mereka membatasi orang lain terutama para nelayan untuk mencari nafkah dari laut.
Tidak sampai di situ, beberapa pejabat yang seharusnya mengabdikan dirinya untuk kepentingan orang banyak, malah memperkaya kantong dan rekeningnya.
Padahal untuk jabatan dan tanggungjawab tersebut negara menggajinya tiap bulan ratusan juta. Gaji yang sangat fantastis dan menggiurkan. Apa lagi jika dibandingkan dengan gaji rata-rata masyarakat Indonesia yang masih di bawah standar.
Faktanya gaji yang besar dan tunjangan hidup yang super layak tidak membuat mereka puas. Dengan licik mereka bermufakat mengoplos pertalite dengan bahan tertentu yang kemudian berubah menjadi pertamax dan dijual ke masyarakat dengan harga yang lebih mahal.
Karena tindakan tersebut negara dirugikan ratusan trilyun tiap tahunnya. Itu belum termasuk kerugian yang diderita oleh masyarakat dan konsumen tetap pertamax. Mereka ditipu habis-habisan.
Nafsu serakah yang tak kenal kenyang sungguh membahayakan. Lebih berbaya lagi ketika para pejabat yang seharusnya amanah terjangkiti hal tersebut.
Imam Al-Bushiri dalam qasidah Burdahnya menyebutkan bahwa nafsu itu seperti bayi. Ia harus disapih supaya tidak terus menyusu pada ibunya sampai usia dewasa.
وَالنّفْسُ كَالطّفِلِ إِنْ تُهْمِلْهُ شَبَّ عَلَى ۞ حُبِّ الرَّضَاعِ وَإِنْ تَفْطِمْهُ يَنْفَطِمِ
Nafsu bagaikan bayi, bila kau biarkan akan tetap menyusu.
Namun bila kau sapih, maka bayi akan berhenti sendiri
Jamaah sekalian yang dirahmati Allah
Puasa mendidik dan melatih nafsu untuk bisa mengendalikan diri dan tidak mengumbarnya. Ketika seharian seseorang berpuasa dan terhidang aneka makanan pada saat berbuka, seyogianya tidak menghabiskannya sendirian.
Alangkah lebih baiknya jika makanan yang berlebih dibagikan kepada orang lain. Terutama bagi mereka yang membutuhkan.
Lebih dari itu puasa juga mempersempit ruang gerak syaitan untuk menggoda manusia. Ketika berpuasa jaringan lemak dalam aliran darah manusia menyempit sehingga syaitan tidak bisa melaluinya.
Wal akhir puasa adalah sarana mendidik seseorang untuk mengendalikan nafsu dan keinginannya. Dalam ajaran Islam, nafsu itu tidak dimatikan tapi dikendalikan dan diarahkan kepada perbuatan yang baik dan bermanfaat.
Demikian kultum kali ini.
Billahi taufiq wal hidayah
Wassalamu ’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. (*)
