Marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan memotivasi diri untuk selalu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Karena hanya dengan ketakwaanlah kita dapat selamat menuju keharibaan-Nya kelak.
Derajat manusia pada hakikatnya adalah sama di sisi Allah, hanya iman dan amal saleh yang menjadi pembedanya.
Dengan memahami hal ini, umat Islam akan terbebas dari perasaan bahwa dirinya lebih tinggi derajatnya dibandingkan yang lain dan bisa fokus terhadap diri sendiri dalam meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Islam adalah agama yang menolak dengan sangat tegas adanya diskriminasi dan intimidasi terhadap sesama.
Islam memandang hak seluruh umat manusia, baik laki-laki maupun perempuan, sebagai hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang setara dan tidak ada perbedaan di antara keduanya.
Allah Ta’ala berfirman dalam Surah An-Nahl ayat 97:
“Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
Dalam ayat lain, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 124:
“Siapa yang beramal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan dia beriman, akan masuk ke dalam surga dan tidak didzalimi sedikit pun.”
Pada Surah An-Nahl ayat 97 tersebut, Allah menegaskan kesetaraan dengan menjelaskan bahwa seluruh umat manusia, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki derajat yang sama di sisi Allah.
Allah menjanjikan kehidupan yang baik dan balasan melebihi amal perbuatan bagi mereka yang melakukan kebaikan, berupa amal saleh yang didasari keimanan di dalam hati mereka.
Selanjutnya, pada Surah An-Nisa ayat 124, Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga menjanjikan surga dan tidak akan ada kezaliman bagi siapa saja yang menaati perintah-Nya.
Dalam menafsirkan Surah An-Nahl ayat 97, Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa hal ini merupakan janji dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala bagi orang yang melakukan amal saleh, yaitu amal yang mengikuti kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya, baik dari kalangan laki-laki maupun perempuan, yang hatinya beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menjanjikan kepada mereka kehidupan yang baik di dunia.
Selain itu, Allah juga akan memberikan balasan di akhirat kelak dengan balasan yang lebih baik daripada amalnya.
Dari apa yang dijelaskan oleh Imam Ibnu Katsir tersebut, dapat dipahami bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala memperlakukan semua hamba-Nya secara setara dan tidak pilih kasih.
Konsep kesetaraan derajat yang digaungkan oleh Islam adalah untuk menyatukan umat manusia dalam ikatan tali persaudaraan, saling mengenal satu sama lain, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Oleh karenanya, Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberi penjelasan yang sangat terang bahwa yang dapat menjadi pembeda di antara umat manusia hanyalah kadar ketakwaan kepada-Nya.
Allah Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 13:
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti.”
Ayat ini dengan sangat jelas menggambarkan bahwa perbedaan suku dan bangsa merupakan kehendak Allah dan menjadi gambaran tentang kesetaraan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan umat manusia dengan perbedaan bangsa, suku, etnis, bahasa, dan yang lainnya agar saling mengenal satu sama lain.
Ayat ini juga menjelaskan bahwa hanya ketakwaanlah yang menjadi pembeda derajat manusia di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Oleh karenanya, tidak selayaknya bagi kita umat manusia merasa diri lebih tinggi derajatnya dibandingkan dengan yang lain, dan kita harus tetap fokus untuk meningkatkan kualitas ketakwaan hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. (*)
