Selasa malam (10/3/2026), saat hiruk-pikuk kota mulai mereda. Sebuah ruang di Jalan Jojoran 3 No.146 justru tampak hidup dengan energi yang berbeda. Di bawah naungan atap Masjid Istiqoomah, para pejuang Al-Qur’an berkumpul bukan sekadar untuk bertemu, melainkan untuk sebuah misi besar yakni Upgrading SDM & Digitalisasi.
Lampu masjid yang benderang menjadi saksi bisu bagaimana TPQ Istiqoomah sedang bertransformasi. Kegiatan “upgrading” ustaz dan ustazah malam itu tidak berjalan kaku. Tidak untuk mendengarkan ceramah, suasana justru cair dengan diskusi taktis dan praktik langsung.
Kepala TPQ Istiqoomah, Ustazah Siti Raafiana Ulfa, menekankan bahwa tantangan zaman menuntut guru ngaji lebih dari sekadar fasih tajwid. “Alhamdulillah, bertambah wawasan. Kami kini lebih percaya diri untuk meningkatkan kualitas TPQ karena tahu apa yang harus dilakukan,” ungkapnya dengan nada optimis.
Fokus utama malam itu sangat spesifik dan kekinian, yakni:
- Revolusi Digital: Me-upgrade media promosi agar dakwah Al-Qur’an tampil estetik di layar gawai wali santri.
- Manajemen Modern: Penyusunan Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) tiap divisi agar gerak langkah lembaga lebih presisi.
- Proker ‘Next Gen’: Merancang program kerja yang unggul namun tetap relevan dengan dunia anak-anak masa kini.

Hadirnya tokoh-tokoh kunci seperti Ust. Imam Sapari (Pembina TPQ) dan Ust. Khoirul Basori (Ketua Takmir) memberikan suntikan moral yang luar biasa. Ust. Khoirul Basori menegaskan komitmennya untuk berdiri di belakang para guru. “Kami siap support penuh. Semangat untuk para asatidz harus terus menyala,” tegasnya singkat.
Dalam kesempatan tersebut, setiap divisi ditantang untuk langsung mempresentasikan program kerja beserta anggaran yang dibutuhkan. Hal ini melatih transparansi sekaligus akuntabilitas organisasi sejak dini. Dengan metode “Teori-Praktik-Penguatan”, setiap ustaz dan ustazah pulang membawa bekal konkret, bukan sekadar catatan di atas kertas.
Upaya TPQ Istiqoomah ini membuktikan bahwa lembaga pendidikan Al-Qur’an di Surabaya tidak boleh kalah langkah. Jika ingin mencari contoh bagaimana spiritualitas bertemu dengan manajemen profesional, Jojoran 3 adalah tempatnya. || Sintha Dewi Rachmawati
