Lapang Dada, Jalan Menuju Ketabahan dan Kemuliaan

*) Oleh : Ferry Is Mirza DM
www.majelistabligh.id -

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah mempertemukan kita di hari Senin yang penuh berkah ini. Semoga kita semua, bersama keluarga tercinta, senantiasa dikaruniai kesehatan, keselamatan, dan limpahan rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.

Pagi hari adalah waktu yang istimewa untuk memulai karya dan amal baik. Sebelum kita melangkah lebih jauh, marilah kita luangkan waktu sejenak untuk merenungkan sebuah sifat mulia yang sangat dibutuhkan dalam menjalani kehidupan: lapang dada.

Lapang dada adalah tanda kematangan jiwa dan kekuatan batin. Ia menjadi dasar dari kesabaran yang panjang. Orang yang memiliki kelapangan dada, hatinya tenang, tidak mudah tersulut amarah, dan mampu melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang lebih jernih.

Sifat ini melahirkan banyak kebaikan. Di antaranya adalah sifat dermawan—orang yang lapang dadanya akan mudah berbagi, baik dalam bentuk harta, tenaga, maupun perhatian. Lapang dada juga membuat seseorang mudah memaafkan kesalahan orang lain, karena hatinya tidak disesaki oleh dendam atau rasa ingin membalas.

Lebih dari itu, kelapangan dada menjauhkan seseorang dari sifat dengki dan hasad. Ia tidak iri terhadap keberhasilan orang lain, dan tidak merasa terancam oleh pencapaian orang di sekitarnya. Dengan kelapangan dada, seseorang tidak mudah tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, sebab ia mampu menahan diri, mempertimbangkan, dan bersikap bijak dalam bertindak.

Dalam menghadapi ujian dan cobaan hidup, lapang dada menumbuhkan ketabahan. Ia membantu seseorang untuk tetap tenang dalam kesusahan, tidak mudah putus asa, dan terus bersandar kepada Allah. Orang yang lapang dada juga cenderung tidak cepat marah, karena ia memiliki kendali emosi yang kuat serta hati yang dipenuhi keikhlasan.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan kelapangan dada sebagai nikmat pertama yang diberikan kepada Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)?”
(QS. Asy-Syarh: 1)

Kelapangan dada adalah fondasi dari sikap pemaaf, pengasih, dan penuh kasih sayang. Allah juga memerintahkan kita untuk memiliki sifat ini dalam firman-Nya:

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan kebajikan serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.”
(QS. Al-A’râf: 199)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun bersabda:

“Dan tidaklah Allah menambah seorang hamba dengan kemudahan untuk memaafkan, kecuali Allah akan memberinya ‘izzah (kemuliaan).”
(HR. Muslim no. 6535)

Semoga Allah menjadikan kita semua sebagai pribadi-pribadi yang memiliki kelapangan dada, yang sabar, pemaaf, tidak pendendam, dan mampu menghadapi kehidupan ini dengan hati yang tenang dan pikiran yang jernih.

Mari kita akhiri renungan pagi ini dengan doa dan istighfar:

“Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu alla ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.”
“Maha Suci Engkau Ya Allah, dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada ilah (sesembahan) yang berhak disembah selain Engkau. Aku memohon ampunan-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu.” (*)

Tinggalkan Balasan

Search