Layanan Haji 2025 Tunjukkan Totalitas

Layanan Haji 2025 Tunjukkan Totalitas
www.majelistabligh.id -

Ibadah haji 1446 H/2025 M bukan hanya tentang perjalanan spiritual ke Tanah Suci, tetapi juga menjadi bukti nyata kesungguhan pemerintah dalam menghadirkan pelayanan terbaik bagi jemaah Indonesia.

Totalitas ini dipaparkan secara lengkap oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Prof Hilman Latief, dalam laporan resmi yang disampaikan di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama RI, Senin (14/7/2025).

“Haji bukan sekadar ibadah fisik dan ritual. Ia juga tentang bagaimana negara hadir memastikan setiap langkah jemaah terlayani dengan baik, dari akomodasi, konsumsi, hingga transportasi,” ungkap Prof Hilman.

Selama masa operasional haji, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyiapkan 312 hotel untuk jemaah Indonesia. Sebanyak 212 hotel berlokasi di Makkah dan 100 hotel di Madinah.

Seluruh hotel di Madinah berada di kawasan Markaziyah, kawasan paling strategis yang hanya berjarak beberapa meter dari Masjid Nabawi.

Sementara di Makkah, hotel jemaah paling jauh hanya berjarak 4,5 km dari Masjidil Haram, tetap dalam jangkauan layanan bus shalawat yang beroperasi 24 jam.

Kenyamanan jemaah juga didukung dengan layanan konsumsi berskala besar.

PPIH Arab Saudi mendistribusikan total 15.537.589 boks makanan kepada jemaah dan petugas haji selama operasional haji berlangsung.

Rincian distribusi katering: gelombang I di Madinah: 2.665.812 boks dan gelombang II di Madinah: 2.396.667 boks

Saat fase puncak haji (7–13 Zulhijjah 1446 H / 3–9 Juni 2025), lebih dari 3,7 juta boks makanan siap saji disiapkan untuk mendukung kekhusyukan jemaah dalam menjalankan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Distribusi makanan pada fase ini mencakup paket siap saji saat di hotel (pagi, siang, malam) sejumlah 1.281.680 boks. Pada masa Armuzna lauk siap saji sebanyak 2.045.004 boks. Terdapat penambahan jumlah makanan pada masa mobilitas ibadah puncak sebanyak 468.400 boks.

Setiap paket makanan dirancang sesuai standar gizi dan keamanan pangan, dengan perhatian khusus bagi jemaah lansia dan risiko tinggi.

Terkait daya dukung mobilitas jemaah, karena itu menjadi prioritas penting. PPIH Arab Saudi mengoperasikan ribuan armada bus untuk mendukung perjalanan antar kota maupun dalam kota.

Tiga jenis layanan utama disiapkan:
1. Bus antar kota perhajian
2. Bus shalawat (hotel – Masjidil Haram, PP)
3. Bus Masyair (untuk fase puncak haji)

Jumlah bus yang dikerahkan, pada gelombang I sebanyak 2.574 bus (Madinah – Makkah – Jeddah). Sedangkan pada gelombang II sejumlah 2.534 bus (Jeddah – Makkah – Madinah).

Khusus di Kota Makkah, 12.193 trip bus shalawat beroperasi selama 42 hari penuh (10 Mei – 1 Juni dan 10 Juni – 2 Juli), mengantar jemaah dari hotel ke Masjidil Haram secara bergiliran selama 24 jam setiap hari.

“Pelayanan ini tidak hanya soal logistik, tapi juga bagian dari upaya menghadirkan pengalaman haji yang bermartabat dan maslahat bagi seluruh jemaah Indonesia,” ujar Dirjen PHU. (afifun nidlom).

Tinggalkan Balasan

Search