Layanan Kesehatan Haji Resmi Ditutup, Sukses Turunkan Angka Kematian

Layanan Kesehatan Haji Resmi Ditutup, Sukses Turunkan Angka Kematian
www.majelistabligh.id -

Musim haji 1446H/2025M resmi ditutup dengan kepulangan kloter terakhir jemaah Indonesia. Bersamaan dengan itu, layanan kesehatan haji Indonesia di Arab Saudi pun menghentikan operasionalnya dengan jejak keberhasilan yang membanggakan.

Penutupan dilakukan secara resmi di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Madinah, Rabu (10/7). Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi, dr. Mohammad Imran, MKM, mengungkapkan bahwa pelayanan kesehatan haji tahun ini tidak hanya berjalan lancar, namun juga mencatatkan pencapaian yang membahagiakan: penurunan angka kematian jemaah dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun ini jumlah jemaah wafat tercatat sebanyak 446 orang, menurun dibanding tahun 2024 yang mencapai 461 orang,” ungkap dr. Imran berdasarkan data Siskohatkes per 10 Juli 2025 pukul 16.00 WAS.

Layanan kesehatan jemaah haji tahun ini dihadapkan pada berbagai tantangan, terutama menyangkut kebijakan izin operasional dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Beberapa pembatasan diberlakukan, seperti hanya diizinkannya layanan rawat jalan serta dibatasinya jumlah klinik sektor.

“Kami harus banyak bersabar dan bersyukur, karena pelayanan ini adalah amanah untuk melayani tamu-tamu Allah. Ketika belum maksimal, kita harus banyak memohon ampunan-Nya,” ujar dr. Imran menyentuh hati para petugas kesehatan.

Meski terbatas, layanan tetap berjalan optimal, termasuk program tanazul—pemulangan dini jemaah yang membutuhkan perawatan lanjutan di Indonesia. Seluruh jemaah tanazul berhasil tiba dengan selamat di tanah air tanpa hambatan berarti.

Sepanjang 70 hari masa operasional, tercatat; 241 jemaah dirawat di KKHI Daker Madinah, 1.710 pasien dirawat di RS Arab Saudi dan 12.396 layanan farmasi diberikan.

Penyakit terbanyak yaitu pneumonia, hipertensi, diabetes, dan PPOK.

“Kami tetap melakukan visitasi kepada 43 pasien yang masih dirawat hingga semua personel kesehatan kembali ke tanah air,” tambahnya.

PPIH Bidang Kesehatan akan menyusun catatan pelaksanaan sebagai bahan evaluasi bagi perbaikan layanan di masa depan. Direncanakan, perwakilan Kemenkes Arab Saudi akan datang ke Indonesia pada Agustus mendatang untuk membahas persiapan haji 2026.

“Kami ingin memastikan pelayanan kesehatan jemaah ke depan lebih tertata, lebih jelas, dan lebih manusiawi,” tegas dr. Imran. (afifun nidlom)

 

Tinggalkan Balasan

Search